BOLOGNA – Manajer Tim Mission Winnow Ducati, Davide Tardozzi, memuji langkah maju yang berhasil dilakukan para pesaing di MotoGP 2019. Selain Marc Marquez dan Repsol Honda, tim yang berbasis di Bologna itu sekarang sudah ditempel ketat oleh Monster Energy Yamaha dan Suzuki Ecstar.
Ducati baru meraih dua kemenangan pada musim ini lewat Andrea Dovizioso di seri Qatar serta Danilo Petrucci di seri Italia. Hasil tersebut dinilai tidak cukup bagus jika mereka ingin meruntuhkan dominasi Repsol Honda dan Marc Marquez.

Baca juga: Ducati Bakal Manfaatkan Liburan Musim Panas untuk Kembangkan Desmosedici
Di saat bersamaan, Suzuki Ecstar dan Monster Energy Yamaha mulai menunjukkan tajinya dengan kemenangan di Amerika Serikat (Alex Rins) dan Belanda (Maverick Vinales). Situasi tersebut mau tidak mau diakui Davide Tardozzi menyebabkan timnya dalam posisi terjepit.
“Lawan-lawan kami berhasil mencapai kemajuan di area yang tadinya merupakan keuntungan kami, sementara kami tidak bisa mengeliminasi kekurangan. Marc Marquez tidak salah. Saya juga tidak akan meremehkan Alex Rins serta Suzuki,” ujar Davide Tardozzi, melansir dari Speedweek, Senin (15/7/2019).
“Jarak dengan pembalap terdepan di Assen dan Sachsenring memang cukup jauh. Sekarang kami harus menganalisa apa yang sesungguhnya terjadi. Gigi Dall’Igna (Direktur Teknik) sudah bekerja dan dia tahu bagaimana memecahkan masalah tersebut,” imbuh pria berkebangsaan Italia itu.

Usai jeda musim panas, MotoGP akan menggelar tiga balapan pada Agustus 2019, yakni seri Republik Ceko, Austria, dan Silverstone. Kebetulan, tiga sirkuit tersebut memiliki karakter yang mirip, yakni butuh tenaga motor besar yang selama ini menjadi keunggulan Ducati.
(Fetra Hariandja)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.