nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diikuti 11 Negara, Indonesia Gelar Turnamen Catur Berskala Internasional

Bramantyo, Jurnalis · Selasa 02 Juli 2019 09:11 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 02 43 2073461 diikuti-11-negara-indonesia-gelar-turnamen-catur-berskala-internasional-qH0OsIWT03.jpg Utut saat memukul gong, tanda dimulainya AJCC 2019. (Foto: Bramantyo)

KARANGANYAR - Turnamen internasional Catur Asian Junior Chess Championship (AJCC) digelar di kota Solo. Sebanyak 11 negara mengikuti turnamen yang akan digelar sejak tanggal 1 hingga 8 Juli ini adalah Vietnam, Malaysia, Filipina, Bangladesh, Kazakhstan, India, Selandia Baru Taiwan, Iran, Hong Kong dan tuan rumah Indonesia.

Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI), Utut Ardiyanto, mengatakan dipilihnya Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggara Asian Junior Chess Championship 2019 ini bukan tanpa alasan. Seperti halnya cabang olahraga bulutangkis, mayoritas orang Indonesia sangat menggemari permainan catur. Karena itulah catur dianggap telah mendarah daging di Indonesia.

"Catur dianggap salah satu tradisi yang mengakar di Indonesia. Karena itulah, turnamen berskala internasional ini digelar di Indonesia. Di samping itu event ini juga menjadi kesempatan bagi pecatur Junior Indonesia bertanding dengan pecatur terbaik Asia," jelas Utut usai membuka secara resmi turnamen catur internasional yang diikuti pecatur dibawah usia 20 tahun, di Karanganyar, Senin 1 Juli 2019.

Peserta AJCC 2019

(Para peserta AJCC 2019)

Dipilihnya kota Solo, tepatnya Karanganyar sebagai tuan rumah turnamen berskala internasional ini memiliki alasan tersendiri. Sebab, di kota inilah, organisasi catur seluruh Indonesia (PERCASI) lahir pada1950.

"Turnamen ini pun sebagai tolok ukur sampai di mana kemampuan para pecatur-pecatur junior Indonesia bisa bicara banyak di ajang ini,"terangnya.

Namun, Utut tak berani memasang target banyak di turnamen catur junior ini. Utut hanya menargetkan dua emas bisa diraih.

"Jangan bicara target, biasanya kalau ditarget itu tidak bisa. Tapi paling tidak, kami bisa meraih dua emas saja sudah cukup. Dan lawan berat kami di sini itu selain China adalah Iran. Iran main caturnya bagus," terang Utut.

Sementara itu, Ketua Panitia Asian Junior Chess Championship (AJCC) 2019, Dwi Hatmisari Ambarukmi, menyampaikan event ini juga menjadi daya tarik bagi peserta dari negara lain yang sebelumnya tidak berpartisipasi dalam acara serupa yang digelar tahun sebelumnya.

Misalkan AJCC di India pada 2016 yang diikuti 10 negara. Di tahun selanjutnya pada 2018 yang berlangsung di Iran hanya diikuti 7 negara dan di Mongolia diikuti 7 negara.

"Namun, penyelenggaraan kali ini (di Indonesia) diikuti 11 negara dan ada satu pecatur bergelar Grandmaster (GM) hadir yakni Venkataraman Karthik dari India. Tentunya persaingannya akan meningkat tajam," imbuhnya.

Dalam event kali ini, Indonesia sebagai tuan rumah menerjunkan 37 pecatur yang terdiri dari 18 putra dan 19 putri. Di antaranya dua pecatur putri Indonesia yang sedang naik daun yakni Ummi Fisabilillah dan Dira Karena.

(Ram)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini