ASSEN – Pembalap Mission Winnow Ducati, Andrea Dovizioso, gagal unjuk gigi di MotoGP Belanda 2019 yang berlangsung di Sirkuit Assen pada Minggu 30 Juni 2019, malam WIB. Dovizioso hanya mampu menyegel posisi empat sehingga cuma membawa pulang 13 poin dari Sirkuit Assen.
Hasil itu sejatinya tak terlalu buruk, tetapi Dovizioso tetap saja gagal bertarung untuk memperebutkan podium. Kegagalan Dovizioso unjuk gigi di Sirkuit Assen membuat pembalap berpaspor Italia itu sadar kelemahan dari motor Ducati, Desmosedici GP19.

Dovizioso menilai Sirkuit Assen telah mengonfirmasi kelemahan Desmosedici secara gamblang. Dovizioso menyebut kuda besi Ducati itu amat kesulitan saat mengaspal di lintasan yang tata letaknya menuntut perubahan arah cepat seperti Sirkuit Assen.
BACA JUGA: Terkait Persaingan dengan Dovizioso, Petrucci Ingin Bicara ke Ducati
Hal itu yang membuat Dovizioso seakan tak mampu mengejar Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha), Marc Marquez (Repsol Honda) dan Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT). Saat ketiga pembalap itu mengisi podium utama MotoGP Belanda 2019 maka Dovizioso tak bisa berbuat apa-apa.

“Itu (Sirkuit Assen) hanya menegaskan sisi negatif kami. Kami berjuang keras pada perubahan arah, kami tidak bisa menjaga kecepatan yang sama di tengah tikungan, kami harus menggunakan ban terus-menerus sehingga kondisinya menurun dan itu normal," kata Dovizioso, seperti yang dikutip dari Motor Sport Week, Selasa (2/7/2019).
"Konsekuensi dari ini adalah kesenjangan 14 detik (dari Vinales yang memenangkan MotoGP Belanda 2019), tidak terlalu banyak tetapi kami tidak bahagia meski begitulah kenyataannya. Ketika Anda tetap sangat dekat dengan pembalap tercepat, apa pun bisa terjadi. Dengan sikap atau selama akhir pekan Anda bisa mengubah banyak hal, Anda bisa memengaruhi banyak hal. Ketika kesenjangan besar, itu adalah cerita yang berbeda intinya. Mereka mengatakan itu (Desmosedici) adalah motor terbaik, bukan berarti itu kenyataannya,” pungkasnya.
(Ramdani Bur)