ASSEN – Direktur Tim Monster Energy Yamaha, Massimo Meregalli, optimis menatap MotoGP Belanda 2019. Hasil tes pascabalap di Sirkuit Catalunya dua pekan lalu yang menempatkan Maverick Vinales sebagai pembalap teratas, menjadi dasar dari sikap positif tersebut.
Monster Energy Yamaha menjadi tim yang paling dirugikan dari MotoGP Catalunya 2019. Kedua pembalapnya, Maverick Vinales dan Valentino Rossi, gagal finis setelah ditabrak Jorge Lorenzo di tikungan 10 Sirkuit Catalunya saat lomba masih berumur dua putaran.

(Baca juga: Rossi Hanya Ingin Terus Berjuang)
Massimo Meregalli menargetkan Yamaha dapat comeback di Sirkuit Assen. Kegagalan di Catalunya akan dijadikan motivasi utama untuk meraih hasil maksimal di Belanda. Tim berlogo garpu tala itu membidik podium tertinggi pada balapan Minggu 30 Juni 2019 malam WIB.
“Setelah tes yang penting dan sukses di Catalunya, kami datang ke Assen dengan optimisme dan api yang berkobar. Seri sebelumnya sangat disayangkan karena membawa konsekuensi buruk bagi peluang kami di kejuaraan,” tutur Massimo Meregalli, mengutip dari laman resmi Monster Energy Yamaha, Kamis (27/6/2019).
“Bagaimana pun, kami bertekad membuat comeback yang hebat pekan ini dan menggunakan insiden di Catalunya sebagai bahan bakar tambahan. Kami ingin berada di podium dan untuk mencapainya harus bisa berada di depan setiap sesi,” imbuh pria berkebangsaan Italia tersebut.

Optimisme Massimo Meregalli didukung catatan sejarah Yamaha di MotoGP Belanda. Pabrikan asal Iwata tersebut sudah merebut sembilan kemenangan sejak era MotoGP pada 2002. Dari sembilan kemenangan tersebut, tujuh di antaranya disumbangkan oleh ‘raja’ Sirkuit Assen, Valentino Rossi, yang total delapan kali naik podium teratas (satu kali bersama Honda).
(Fetra Hariandja)