nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ahsan/Hendra Beberkan Kunci Sukses Tundukkan Boe/Astrup di Piala Sudirman 2019

Djanti Virantika, Jurnalis · Kamis 23 Mei 2019 10:36 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 23 40 2059363 ahsan-hendra-beberkan-kunci-sukses-tundukkan-boe-astrup-di-piala-sudirman-2019-nDkrOq6NbW.jpg Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. (Foto: Laman resmi PBSI)

NANNING – Indonesia harus puas mengakhiri laga kontra Denmark di matchday kedua Grup 1B Piala Sudirman 2019 dengan skor 2-3. Meski begitu, Indonesia tetap melangkah ke babak perempatfinal dengan status juara grup.

Satu angka Indonesia dari pertandingan kontra Denmark sendiri disumbangkan oleh Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang berhasil menumbangkan ganda putra Denmark, Mathias Boe/Kim Astrup, dengan skor 22-20 dan 21-14. Hasil ini menjadi angin segar untuk Indonesia yang telah tertinggal 0-2 sebelumnya.

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan

Usai laga, Ahsan/Hendra pun membeberkan kunci suksesnya bisa menumbangkan Boe/Astrup. Fokus jadi kunci utama juara All England 2019 ini dalam menyumbangkan angka ke Tim Merah Putih. Hendra mengatakan dirinya serta Ahsan tak memikirkan kondisi Indonesia yang tengah tertinggal dalam pertandingan tersebut. Mereka benar-benar memusatkan konsentrasinya sehingga tak tertekan dalam bermain.

"Kami fokus ke pertandingan kami sendiri, enggak mikirin yang sebelum-sebelumnya. Ini pertandingan pertama kami di sini, jadi awal-awal masih kurang enak mainnya," ujar Hendra, sebagaimana dikutip dari laman resmi PBSI, Kamis (23/5/2019).

BACA JUGA: Greysia/Apriyani Girang Bisa Bawa Indonesia Jadi Juara Grup di Piala Sudirman 2019

Meski menang, Ahsan/Hendra tetap harus tertinggal lebih dahulu di awal laga. Menurut Ahsan, kondisi ini terjadi karena mereka banyak melakukan kesalahan sendiri. Sementara terkait kekuatan lawan yang baru dipasangkan ini, Ahsan mengatakan bahwa mereka tetap sama kuatnya saat bermain dengan tandem sebelumnya.

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan

"Pasangan baru ini enggak ada bedanya (dengan pasangan tetap), sama-sama kuat, tapi kami fokus ke permainan kami. Di awal, kami banyak melakukan kesalahan sendiri, tapi kami motivasi diri kami sendiri tidak memikirkan permainan mereka, karena kebanyakan permainan mereka kan gitu, banyak angkat-angkat supaya kami kebanyakan smash," tukas Ahsan.

(dji)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini