SEPANG – Banyak yang tidak mengetahui bahwa bagi seorang pembalap MotoGP, postur tubuh memiliki pengaruh yang cukup besar dengan performa di atas lintasan. Pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, menjelaskan kalau tinggi dan berat badan pembalap mempengaruhi kecepatan di atas lintasan dan juga kondisi ban.
Rossi menerangkan bahwa bagi pembalap yang memiliki postur tubuh tinggi, hal itu bisa berpengaruh pada penggunaan ban belakang. Pasalnya, para pembalap dengan tubuh tinggi akan memberikan tumpuan dan tekanan lebih besar terhadap ban bagian belakang. Hal itu menyebabkan ban belakang motor mereka lebih cepat habis.
(Baca juga: Marquez Targetkan Podium di MotoGP Malaysia 2018)

Kendati begitu, pembalap dengan tubuh tunggu juga memiliki keunggulan di area lain. Sebagai salah satu pembalap yang memiliki postur tubuh terbilang tinggi, Rossi mengaku beruntung. Pasalnya, tinggi tubuhnya dinilai masih ideal sehingga tidak memberikan tekanan besar pada ban belakang motornya. Begitu pun dengan berat badan Rossi yang ia rasa tidak memiliki masalah.
“Bagi saya, berat pembalap membuat perbedaan, namun perbedaannya tidak besar. Tinggi tubuh saya lebih penting; jika Anda sedikit lebih tinggi, kondisi ban belakang akan menderita. Jika Anda lebih tinggi, Anda mungkin memiliki beberapa keuntungan di tempat lain, namun Anda mungkin kesulitan dengan ban belakang, karena itu Anda harus melakukan upaya ganda,” jelas Rossi, menukil dari Speedweek, Sabtu (3/11/2018).

“Anda harus bekerja secara berbeda, Anda harus mengambil posisi yang berbeda pada motor dan seterusnya. Karena dengan ban ini Anda sangat menderita. Saya terlalu tinggi, oleh karena itu saya memuat ban depan lebih daripada Maverick. Dan ban belakang juga. Tetapi Maverick juga duduk di motor yang beda dengan saya. Dia mendorong tubuh bagian atasnya jauh ke depan,” lanjutnya.
(Fetra Hariandja)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.