Penanggung Jawab Judo Asian Para Games 2018 Hormati Keputusan Miftahul Jannah

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Selasa 09 Oktober 2018 17:55 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 09 43 1961721 penanggung-jawab-judo-asian-para-games-2018-hormati-keputusan-miftahul-jannah-z4qUjJxDrl.jpg Konferensi pers terkait gagal bertandingnya Miftahul Jannah di Asian Para Games 2018 (Foto: Admiraldy/Okezone)

JAKARTA - Penanggung jawab cabang olahraga (cabor) judo, Ahmad Bahar, ikut memberikan komentar terkait masalah yang mebuat atletnya harus didiskualifikasi dari ajang Asian Para Games 2018. Ya, Miftahul Jannah, atlet blind judo Indonesia seharusnya turun di kelas 53 kg putri menghadapi wakil dari Mongolia, Gantulga Oyun. Keduanya dijadwalkan bertanding di JIEXPO Kemayoran pada Senin 8 Oktober 2018.

Akan tetapi, masalah regulasi mengharuskan Miftahul Jannah batal tampil sebab tak mengindahkan peraturan untuk melepas jilbabnya saat akan bertanding. Sekedar diketahui, regulasi mengenai larangan atlet untuk tampil tanpa menggunakan tutup kepala memang sudah jelas dan telah disampaikan sebelumnya.

(Baca juga: Atlet Judo Didiskualifikasi, DPR Kritik Minimnya Sosialisasi Aturan Asian Para Games)

Menpora dan Miftahul Jannah

Dalam konferensi pers yang berlangsung di Gelora Bung Karno (GBK) Arena, Selasa (9/10/2018), Ahmad Bahar mengatakan, peraturan mengenai larangan tersebut telah cukup jelas disampaikan saat sesi technical meeting. Aturan tersebut juga sudah mengacu pada peraturan dari federasi judo internasional.

"Untuk masalah jilbab, pada saat Technical Meeting (TM) sehari sebelumnya. Pada saat diputuskan bahwa mengacu ke rules IJF dan di dalamnya itu ada aturan bahwa tidak boleh memakai penutup kepala sebenarnya di situ tidak menyebutkan jilbab atau kerudung hanya disebutkan tidak boleh memakai penutup kepala dan pada saat TM kita sudah melayangkan protes ke panitia bahwa ini sudah menjadi prinsip untuk atlet yang berjilbab supaya diberi kelonggaran tetap bertanding namun dari panitia dalam hal ini IBSA itu tidak memberikan toleransi karena mengacu kepada aturan Internasional," ujar Ahmad Bahar, Selasa (9/10/2018).

 Penanggung jawab judo Asian Para Games 2018 memberikan klarifikasi

"Kita sudah berusaha sebisa mungkin namun ya dengan prinsip Miftah dan kembali kepada regulasi IJF kita harus menghormati segalanya dan untuk ke depannya mungkin bisa menggunakan jilbab yang soft atau dari karet yang penting bisa menutupi rambut," pungkasnya.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini