nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aturan Servis Baru Jadi Penyebab Kekalahan Praveen/Melati di Jerman Open 2018

Bagas Abdiel, Jurnalis · Sabtu 10 Maret 2018 12:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 10 40 1870694 aturan-servis-baru-jadi-penyebab-kekalahan-praveen-melati-di-jerman-open-2018-WsRGqpjHie.jpg Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti (Foto: PBSI)

MULHEIM AN DER RUHR – Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, gagal melanjutkan kegemilangannya di turnamen Jerman Open 2018 Super 300. Pasangan terobosan Pelatnas PBSI itu harus tersingkir di babak perempatfinal yang berlangsung di Innogy Sporthalle, Jumat 9 Maret 2018 malam WIB.

Pasangan peringkat 72 dunia itu harus mengakui keunggulan pasangan asal Denmark, Niclas Nohr/Sara Thygesen dengan skor 21-17, 22-24, dan 16-21 dalam tempo satu jam. Hasil ini membuat Indonesia tidak memiliki satu wakil di ganda campuran di babak semifinal Jerman Open 2018.

Praveen/Melati mengaku kecewa kala mereka nyaris menuntaskan laga dengan kemenangan di set kedua. Namun, sangat disayangkan kesalahan sendiri yang dilakukan Melati dalam melakukan servis menjadi penyebab kegagalan di set kedua. Servis Melati dinyatakan fault lebih dari 10 kali terkait aturan servis yang sebatas 115 cm.  

Baca juga Ganda Putra Indonesia Pastikan Satu Tiket Final di Jerman Open 2018

“Iya servis saya di-fault lebih dari sepuluh kali, jadi tadi sudah mengandalkan poin dari servis Jordan. Memang sangat disayangkan, dari game kedua pun sayang sekali harus lepas,” ungkap Melati, mengutip dari laman resmi PBSI, Sabtu (10/3/2018).

Sementara kekalahan di set kedua sangat menganggu permainan mereka di set penentuan. Tak hanya soal servis, teriakan-teriakan yang dilakukan pemain Denmark cukup mengganggu. Praveen pun menyayangkan aksi tersebut, karena hal tersebut dapat berpengaruh kepada keputusan hakim garis.

“Waktu leading jauh di game ketiga, tempo permainan kami menurun. Kami kehilangan fokus dan saat kedudukan imbang, kami jadi bingung karena mereka seperti semakin menjadi-jadi,” tambah Melati.

Baca juga Bulu Tangkis Dipastikan Tetap Dipertandingkan di Uji Coba APG 2018

“Mereka banyak ganggu-ganggu, misalnya bola belum tahu masuk atau out, tetapi sudah teriak-teriak. Saya nggak kebawa emosi sih, ya memang mereka begitu. Memang disayangkan di game ketiga, tapi kami sudah berusaha membalikan keadaan,” lanjut Praveen.

Kekalahan ini sekaligus memupuskan harapan mereka untuk bisa mencapai target mereka di babak semifinal Jerman Open 2018. Sementara di All England 2018 Super 1000, mereka akan berpisah sejenak karena Praveen akan kembali ke pasangan lamanya yakni Debby Susanto.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini