Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Juarai Piala Thomas 1973, Rudy Hartono Kehilangan Tajinya

Bagas Abdiel , Jurnalis-Sabtu, 21 Januari 2017 |19:18 WIB
Juarai Piala Thomas 1973, Rudy Hartono Kehilangan Tajinya
Piala Thomas (Foto: ANTARA)
A
A
A

SUKSES membantai Denmark 8-1 dan membawa Piala Thomas 1973 ke Indonesia, namun tak menjadi kegemilangan Rudy Hartono pada final yang berlangsung pada 2 hingga 3 Juni 1973. Hilangnya satu poin yang diambil oleh Denmark akibat kegagalan Rudy dari tunggal putra Denmark Svend Pri.

Posisi Indonesia pada 1973 bisa dikatakan sebagai super power-nya bulu tangkis dunia. Dan saat itu posisi Rudy sedang berada di puncak dengan membawa gelar keenam All England di tahun yang sama.

Bermain di Istora Senayan, Jakarta menjadi keuntungan lebih bagi Indonesia tampil di hadapan publik sendiri. Pada hari pertama, Indonesia menurunkan tunggal putra Muljadi menghadapi Elo Hansen. Bermain tiga set, Muljadi membuka poin pertama bagi Indonesia dengan skor 15-6, 10-15 dan 15-10.

Namun, apa yang terjadi di pertandingan kedua, tanpa disangka-sangka Rudy kalah di tangan Pri. Sekali lagi, posisi Rudy saat itu adalah pemain yang sangat ditakuti dunia. Bahkan Pri sesungguhnya merupakan tunggal kedua Denmark yang kelasnya bisa dikatakan jauh dari Rudy.

Perjuangan Pri pun patut diacungi jempol. Bola-bola sulit Rudy mampu dikejar dengan jatuh bangun oleh Pri. Pemain Denmark itu pun merebut set pertama 12-15 dan terlihat sengaja melepas set kedua untuk Rudy dengan skor 15-5.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement