BANDUNG – Kontingen DKI Jakarta berencana mengadu ke FINA alias Federasi Renang Internasional, setelah atlet renang indah DKI Adelia Amanda Nirwala, gagal bertanding di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 yang digelar di Gelanggang Renang Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Kota Bandung, Kamis 22 September.
Adelia yang sudah berusia 28 tahun, disebutkan tidak bisa bertanding di nomor Solo Technical Routine putri. Penyebabnya, dalam Technical Hand Book (THB) atau buku pedoman teknis, ada pembatasan usia atlet yaitu maksimal 26 tahun.
Kericuhan pun sempat terjadi di lokasi atas permasalahan tersebut antara Kontingen DKI dan panitia pelaksana (panpel) cabang renang indah. Pertandingan renang indah bahkan sempat molor beberapa jam karena persoalan itu.
Kecewa atletnya tidak bisa berlaga, Kontingen DKI akhirnya memilih melakukan aksi Walk Out (WO). Mereka tidak mengikuti dua nomor lain di cabang renang indah, yaitu Duet Technical Routine putri dan Team Free Routine putri.
Manajer Cabang Renang Indah DKI Rudy Salahuddin, mengungkap kekecewaannya. Ia menilai panpel tidak fair atas keputusannya. Apalagi aturan pembatasan usia tidak ada dalam aturan Persaturan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Surat keabsahan Adelia pun sudah dimiliki dan harusnya bisa turun berlaga. Apalagi Delegasi Teknis tidak mempermasalahkan usia Adelia. Tapi enam kontingen lain mempermasalahkan usia Adelia karena tidak sesuai dengan yang tercantum dalam THB.
Hal itu menyulut kegeraman Kontingen DKI hingga akhirnya melakukan WO. "Kami memilih mundur di tiga nomor pertandingan (renang indah) ini," tegas Rudy.
Ia beralasan, pertandingan dilaksanakan tanpa mengacu pada aturan yang legal. Tidak hanya itu, voting justru dilakukan untuk membahas persoalan pembatasan usia dan hasilnya mengecewakan bagi DKI. Karena kekecewaan yang begitu besar, permasalahan itu akan diadukan ke FINA.
DKI tidak terima dengan aturan pertandingan yang ada. Sebab aturan itu membuat perjuangan atletnya selama ini menjadi sia-sia. "Anak-anak sudah bertahun-tahun berlatih. Mereka mengorbankan sekolah, biaya, tenaga," cetusnya.
Rudy pun menduga ada permainan dalam THB tersebut. Sebab ada pembatasan usia yang sebelumnya justru tidak ada. "Ini ada permainan kalau saya lihat," tandasnya.
(Randy Wirayudha)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.