Bonus untuk Juara Asian Games Bakal Telat

Tri Agung Widy, Jurnalis · Senin 06 Oktober 2014 19:32 WIB
https: img.okezone.com content 2014 10 06 43 1048858 GsEwMsMHFp.jpg Foto: Antara/Rosa Panggabean

JAKARTA - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dipastikan bersedia memberikan bonus besar kepada para atlet yang berhasil mengemas medali di Asian Games 2014 Incheon. Disebut-sebut, nominal bonus per-medali akan serupa dengan besaran bonus di Asian Games 2010 silam.

Hal tersebut langsung disampaikan oleh Gatot Dewa Broto, selaku Deputi V Bidang Keharmonisan dan Kemitraan Kemenpora, dalam jumpa media di Kantor Kemenpora Senayan, Jakarta, Senin (6/10/2014).

Selain para atlet yang akan diguyur bonus, tak lupa staf kepelatihan yang membantu atlet berprestasi pun bakal diberi. Dengan harapan, apresiasi tersebut dapat membangun motivasi bertanding di ajang-ajang selanjutnya.

"Seperti yang sebelumnya, pada SEA Games lalu kami juga telah memberikan bonus kepada para atlet, pelatih dan asisten pelatih berprestasi. Kali ini (Asian Games 2014), kami juga akan memberikan penghargaan tersebut. Karena dasarnya sudah jelas di Perpres (Peraturan Presiden) no 44 tahun 2014, tentang penghargaan atlet," papar Gatot kepada awak media.

Meski kabar tersebut menjadi angin segar bagi para atlet berprestasi yang berlaga di Negeri Ginseng, namun bonus yang disiapkan belum bisa di cairkan dalam waktu dekat. Dengan kata lain, besar kemungkinan akhir 2014, bonus baru bisa segera diberikan.

"Memang tidak bisa sekarang, akan diberi bonus kemudian besok langsung cair. Tapi kami berharap pencairan dapat dilakukan secepatnya. Jika bisa lebih cepat, lebih bagus, minimal paling lambat akhir tahun ini," sambungnya.

"Apakah dikhawatirkan bakal lama? Tentu kamu sudah mengambil pelajaran dari pengalaman bonus SEA Games kemarin. Kenapa jadi lama? Rupanya itu ada beberapa indikator, terutama ada sosialisasi yang kurang efektif antara kami dengan para atlet dan pengurus cabang olahraga. Seperti nomor rekening yang harus jelas, jangan yang sudah mati tapi tetap dipaksakan," pungkasnya.

(FAP)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini