Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

'Cepat Bukan Solusi'

Pidekso Gentur Satriaji , Jurnalis-Selasa, 03 Juni 2014 |10:39 WIB
'Cepat Bukan Solusi'
Andrea Dovizioso (Foto: REUTERS)
A
A
A

MUGELLO – Mesin baru Ducati resmi digunakan pada MotoGP Italia, hari Minggu kemarin. Meski mendapat sanjungan dari pembalap yang menggunakannya karena memiliki kecepatan bagus, tapi masih belum bisa mengatasi isu handling.

Pembalap Pramac Racing, Andrea Iannone, menggunakan mesin itu dan menciptakan rekor top speed baru MotoGP dengan 217.2 mil per jam, ketika sesi latihan hari Sabtu pagi. Saat kualifikasi, pembalap berusia 24 tahun itu berada di posisi kedua tepat di belakang Marc Marquez.

Meski demikian, justru bukan Iannone yang menjadi tercepat menggunakan motor Ducati pada balapan kemarin lusa, melainkan Andrea Dovizioso. Rider yang akrab disapa Dovi itu menyusul Iannone di lap terakhir guna mengunci posisi enam di akhir balapan.

Namun, Dovi terpaut gap sejauh 17 detik dari Marquez yang berada di posisi satu. Memang, dengan upgrade mesin ini begitu membantu di trek lurus yang panjang karena kecepatannya, tapi isu utama Desmosedici masih belum terselesaikan.

“Satu-satunya perubahan hanya ketika lurus. Tikungan dan semua area akselerasi tidak berubah, karena tidak seorang pun mampu menggunakan kekuatan penuh di akselerasi. Poin positifnya adalah kami cepat ketika lurus, saya banyak menyalip dan kami mampu menempel (Pol) Esparagaro terus hingga akhir karena itu,” kata Dovizioso, seperti dilansir Crash, Selasa (3/6/2014).

“Tapi ini bukan yang kami butuhkan. Apa yang kami butuhkan adalah turning yang lebih baik dan kami tahu itu tidak mungkin untuk merubahnya saat ini,” lanjutnya.

(Achmad Firdaus)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement