LOSAIL – Memang hanya podium dua yang bisa diklaim Valentino Rossi di seri pertama GP Qatar lalu. Tapi setidaknya, joki veteran Movistar Yamaha ini merasakan progres pesat pada motornya dan itu, tak lepas dari campur tangan setting-an mesin dari Silvano Galbusera.
Rossi sendiri mengakui dirinya berjudi ketika memilih mengganti kepala krunya dari Jeremy Burgess yang “ditukar” dengan Galbusera. Padahal selama ini, Rossi tak pernah “bercerai” dari Burgess dan belum lagi, Galbusera belum punya pengalaman ke belakang layar tim MotoGP.
“Tahun lalu, saya membuat perjudian yang berbahaya karena Galbusera tak punya pengalaman apapun di MotoGP. Namun saya mengenalnya dari sesi tes di Superbike, saat saya memulihkan cedera patah kaki (di 2010),” ujar Rossi, sebagaimana diwartakan Crash, Selasa (25/3/2014).
Motornya terasa lebih baik dengan konsistensi kecepatan yang juga tak kalah bagus. Rossi sendiri nyaris keluar sebagai pemenang saat beberapa kali memimpin balapan seri Losail. Tapi kemudian Rossi harus mengakui keunggulan rider Repsol Honda, Marc Márquez yang bertarung dengannya sampai lap-lap akhir.
Walau merasa hasil awal kerja samanya dengan Galbusera baik, bukan berarti Rossi sudah merasa perjudiannya ini sudah sepenuhnya terbayar. Yang pasti, perjudian awalnya berhasil di seri pertama.
“Saya merasa sangat baik bekerja dengannya, tapi keadaannya masih gambling sampai sekarang. Saya senang karena dia bekerja dengan baik dan saya pikir tahun ini, saya bisa lebih kuat karena kami bekerja lebih keras untuk meningkatkan set-up motor di tiap race,” tutupnya.
(Randy Wirayudha)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.