Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rossi: Seperti Deja vu

Reza Jailani , Jurnalis-Senin, 24 Maret 2014 |18:54 WIB
Rossi: Seperti <i>Deja vu</i>
Duel Rossi vs Marquez pada seri pembuka MotoGP 2014 di Qatar (Foto: REUTERS)
A
A
A

DOHA - Dramatis, mungkin kata itu yang paling cocok untuk menggambarkan bagaimana seri pertama MotoGP di Qatar berjalan. Suguhan pertarungan ketat dari awal hingga akhir, ditambah dengan bumbu kecelakaan yang dialami beberapa pembalap, member gambaran kompetisi musim ini akan lebih menarik dari musim lalu.

Valentino Rossi menjadi salah satu pembalap yang mengaku senang dengan bagaimana seri perdana ini berlangsung. Pembalap Movistar Yamaha ini mengaku sudah lama dirinya tidak melihat balapan MotoGP yang sangat menegangkan dari awal hingga akhir.

Ya, keputusan Dorna untuk memberlakukan serangkaian regulasi baru, mulai dari pembatasan bahan bakar hingga kehadiran kelas terbuka, terbukti membuat balapan lebih menarik. Kini, pembalap-pembalap dari tim kelas terbuka punya peluang lebih besar untuk bersaing dengan pembalap pabrikan.

Rossi menjadi salah satu pembalap yang jadi perhatian utama di seri pembuka ini, terlepas dari insiden terjatuhnya rekan setimnya Jorge Lorenzo di lap pertama. The Doctor jadi sorotan lantaran aksinya menyeruak dari posisi ke-10 untuk kemudian bertarung ketat dengan Marc Marquez hingga akhir balapan.

Duel kontra Marquez membawa Rossi akan kenangan 10 tahun lalu di mana dirinya terlibat pertarungan sengit dengan Sete Gibernau dari awal hingga akhir lap GP Australia. Namun, hasil yang diraihnya musim ini seperti déjà vu, di mana pada saat itu Rossi berhasil menaklukkan Gibernau, sedangkan di musim ini dia gagal membendung Marquez untuk memenangi seri pembuka.

"Mulai dari urutan sepuluh memang sangat sulit, tapi kami berhasil membuat perbaikan dan di awal balapan membuatku senang," tutur Il Dottore.

"Ini begitu lucu! Seperti masa lalu, sepuluh tahun yang lalu dimana banyak diantara kami (pembalap) membuat kesalahan, tapi semua orang berada pada kecepatan yang sama,” kenang Rossi seperti dikutip Crash, Senin (24/3/2014).

Ketika pembalap di depannya Stefan Bradl terjatuh, Rossi seperti sudah menyadari bahwa ini akan menjadi pertarungan antara dirinya dengan juara dunia tahun lalu, Marquez hingga garis finis.

"Saya tahu saya harus berjuang dengan Marc, karena kami memiliki kecepatan yang hampir sama. Tapi saya juga tidak ingin membuat kesalahan karena di belakang saya ada Pedrosa dan Bautista dan bagi saya ini adalah podium besar.” lanjut pemilik VR46 Riders Academy.

"Saya tidak ingat persis berapa kali kami melewati satu sama lain yang saya ingat adalah bahwa sayangnya pada kesempatan terakhir Marc (Marquez) menyalip saya!" tutup juara dunia tujuh kali.

(Achmad Firdaus)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement