Red Bull Langgar Budget Cap?

Defanie Arianti, Jurnalis · Selasa 28 Desember 2010 16:49 WIB
https: img.okezone.com content 2010 12 28 37 408016 HurThIy1qC.jpg Foto: ist

PARIS - Mantan presiden FIA, Max Mosley, mencurigai tim juara dunia 2010 Red Bull telah melanggar kesepakatan seputar pemangkasan biaya (budget cap), musim ini. Benarkah?

Moxley mengklaim, tim yang menaungi Sebastian Vettel dan Mark Webber, meminta pengecualian terhadap regulasi budget cap pada pertemuan FOTA terakhir. Hal itu membuat Mosley menduga jika Red Bull mengeluarkan biaya lebih besar guna merengkuh gelar ganda pada musim 2010.

 

"Pada pertemuan FOTA terakhir, Red Bull meminta adanya pengecualian," ungkap Mosley kepada harian Jerman, Auto Motor und Sport.

 

"Jika itu benar, maka artinya hanya satu, yaitu mereka telah menghabiskan dana lebih besar dari yang diperbolehkan. Kini, mereka meminta persetujuan tim-tim lain," tambahnya sebagaimana dikutip Autosport, Selasa (28/12/2010).

 

Seperti diketahui, sejak musim lalu, FIA menetapkan angka 40 juta pounds sebagai batas maksimal pengeluaran setiap tim (tidak termasuk gaji pembalap dan biaya untuk mesin - red). Tujuannya, tentu saja untuk menarik lebih banyak tim berpartisipasi dalam ajang balapan paling bergengsi sejagad.

 

Pembatasan biaya pada gelaran F1 adalah usulan terakhir Mosley sebelum meletakkan jabatannya di kursi tertinggi FIA. Namun, dia harus melakukan sejumlah kompromi agar seluruh tim bersedia menerima ide tersebut.

 

"Efek dari kesepakatan (budget cap) itu masih bersifat minimal. Itulah alasan seluruh tim setuju melakukannya. Kini, saya tertarik mengetahui bagaimana lawan-lawan Red Bull bereaksi."

 

"Budget berlebih sama saja seperti memiliki mesin lebih besar. Misalnya, setiap tim dibatasi mempekerjakan sejumlah karyawan, anggap saja 100 orang. Tapi, jika saya memiliki banyak uang, maka saya bisa mendapatkan 100 orang terbaik. Jadi, peluang anda menghadapi tim-tim kaya masih sangat kecil," tuntas Mosley.

(van)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini