Atlet berusia 18 tahun itu mengatakan tidak ada beban datang ke Jepang dengan status pemegang juara dunia. Jadi, dia dapat menampilkan performa terbaiknya.
"Saya puas dengan lemparan ini. Saat di latihan sampai 50 (meter) lebih. Mungkin karena ada beberapa faktor, termasuk arah angin," sambung Kadek Dwi.
"Kalau soal itu (rekor dunia) tidak ada beban sih. Aku main lepas aja, tidak ada beban," tambahnya.
Sebenarnya, Kadek punya tujuan lain dalam Asian Para Games 2026, dia memiliki impian untuk bisa bertanding di Paralimpiade Los Angeles 2028.
"Tapi mungkin setelah ini saya pindah nomor ke (lempar) lembing karena di Paralimpiade (lempar) cakram-nya ditutup. Semoga dengan waktu tersisa masih bisa (ke Paralimpiade 2028), Astungkara," tutup Kadek Dwi.
(Rivan Nasri Rachman)