GELARAN Moto3 2026 telah melewati paruh kompetisi, di mana pembalap muda berbakat asal Indonesia, Veda Ega Pratama, tetap menunjukkan tajinya. Meskipun baru saja menelan hasil minor di seri terbaru, yakni di Moto3 Aragon 2026. posisi Veda di jajaran klasemen masih mengukuhkannya sebagai penunggang motor Honda terbaik.
Akhir pekan lalu di Sirkuit Aragon, Spanyol, pembalap berusia 17 tahun ini harus menghadapi kenyataan pahit. Veda mencatatkan hasil finish terburuknya musim ini dengan hanya mampu mendarat di posisi ke-20 pada balapan hari Minggu 30 Agustus 2026.
Capaian di Aragon tersebut menjadi noda paling kelam dari 11 kesempatan Veda menyentuh garis finish musim ini. Sebelumnya, ia juga sempat gagal mendulang poin di Moto3 Hungaria akibat tertahan di peringkat ke-16.
Kendati demikian, hambatan terbesar Veda tidak hanya terletak pada masalah posisi finish, melainkan insiden gagal finis. Remaja asal Gunungkidul itu tercatat pernah mengalami kecelakaan yang memaksanya nirpoin di seri Amerika dan Belanda.
Meski sudah melewati empat seri tanpa tambahan angka, performa keseluruhan Veda tetap berada di atas para penunggang Honda lainnya. Bahkan, tidak ada satu pun pembalap pengguna motor Honda selain Veda yang berhasil menembus jajaran 10 besar klasemen sementara.
Ancaman terdekat bagi posisi Veda di kubu Honda datang dari pembalap asal Italia, Guido Pini, yang saat ini tertahan di peringkat ke-11. Pini mengumpulkan 59 poin setelah sempat merasakan manisnya naik podium di Moto3 Amerika 2026.
Di bawah Pini sebenarnya ada Adrian Fernandez yang tampil sangat kompetitif, namun ia harus menerima hukuman berat berupa diskualifikasi akibat pelanggaran regulasi bongkar mesin. Akibat sanksi itu, Fernandez kehilangan poin krusial dari enam seri awal, termasuk dua podium yang direbutnya di Spanyol dan Prancis.
Situasi pelik yang dihadapi para rider Honda membuat manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, angkat bicara memberikan pembelaan. Terlebih lagi, kontribusi Veda sangat masif bagi tim karena menyumbangkan hingga 97 persen dari total perolehan poin Honda Team Asia hingga seri ke-13 ini.
Aoyama menjelaskan masalah utama Veda di Aragon bersumber dari hilangnya daya cengkeram ban seiring berjalannya lomba. Kondisi tersebut membuat Veda kesulitan menghentikan laju motor di paruh kedua balapan hingga akhirnya melakukan beberapa kesalahan fatal.
Di sisi lain, Veda masih jauh lebih unggul jika dibandingkan dengan rekan setimnya yang merupakan representasi pabrikan asal Jepang, Zen Mitani. Mitani yang finis di posisi ke-23 Aragon baru mengoleksi dua poin sepanjang musim ini, sehingga rapor gemilang Veda Ega Pratama tetap layak diapresiasi di tengah ketatnya persaingan Moto3 2026.
(Rivan Nasri Rachman)