"Ini adalah proyek baru bagi Yamaha, mereka terus berusaha memahami mesin ini dan berbenah. Bagi saya pribadi, ini adalah tahun untuk belajar. Tentu saja tidak mudah ketika setelah dua musim yang sangat sukses di Superbike, kini saya harus finis di posisi ke-13, 14, atau 15," ungkap Toprak , mengutip dari Crash, Minggu (23/8/2026).
Keyakinan Toprak terhadap potensi Yamaha tidak pernah surut sedikit pun. Rekam jejak sejarah pabrikan asal Iwata tersebut sebagai salah satu kekuatan terbesar di Grand Prix menjadi fondasi utama rasa optimismenya.
Toprak percaya pengorbanan serta kerja keras yang dilakukan sepanjang musim 2026 ini akan membuahkan hasil manis pada musim 2027. Pada saat itulah Toprak membidik target tinggi untuk tidak sekadar meramaikan persaingan 10 besar, melainkan bertarung di barisan terdepan.
Sisa balapan di musim perdananya ini akan dimaksimalkan untuk menyerap ilmu sebanyak mungkin, menyempurnakan gaya balap khas MotoGP, serta membantu Yamaha menyempurnakan paket motor mereka agar siap tampil kompetitif.
"Saya hanya fokus pada proses ini karena target saya tahun depan sangat besar. Musim ini saya harus belajar lebih banyak agar bisa memulai musim depan dengan jauh lebih kuat. Saya percaya Yamaha akan segera bangkit karena mereka selalu punya sejarah menjadi yang terbaik," tutup Toprak.
(Rivan Nasri Rachman)