Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) yang tengah mengalami cedera masih bertahan dalam persaingan meski tertinggal 22 poin dari puncak klasemen. Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46 Racing Team) juga belum kehilangan peluang karena hanya berjarak 24 poin dari posisi teratas.
Davide Tardozzi meyakini kekuatan Ducati dan Aprilia akan tetap berimbang hingga musim berakhir. Menurutnya, karakter setiap sirkuit akan menjadi faktor yang menentukan pabrikan mana yang lebih diunggulkan di masing-masing seri.
"Kami selalu kompetitif. Memang ada beberapa insiden yang kurang menguntungkan di awal musim, begitu juga dengan rival kami," kata Davide Tardozzi, Okezone mengutip dari Crash, Senin (20/7/2026).
Ia menilai tidak ada lagi perbedaan mencolok dari sisi performa motor Ducati dan Aprilia. Karna itu, kemampuan pembalap akan menjadi faktor penentu dalam perebutan gelar juara dunia musim ini.
"Saya pikir motor Ducati dan Aprilia sekarang sama kompetitifnya. Saya rasa situasi ini akan terus berlangsung hingga akhir musim," tutur Davide Tardozzi.
"Di beberapa trek seperti Silverstone (Inggris), Aprilia mungkin sedikit lebih difavoritkan. Di trek lain, kami yang menjadi favorit. Tapi sekarang pembalaplah yang membuat perbedaan," tambahnya.
Ajang MotoGP 2026 akan kembali berlanjut di Sirkuit Silverstone, Inggris pada 7-9 Agustus 2026 mendatang. Dengan selisih poin yang masih sangat rapat di papan klasemen, duel Ducati dan Aprilia diperkirakan akan terus berlangsung sengit hingga balapan terakhir musim ini.
(Ramdani Bur)