BRNO – Persaingan gelar juara dunia MotoGP 2026 kian membara setelah seri GP Republik Ceko di Sirkuit Brno selesai digelar pada Minggu 21 Juni 2026. Marc Marquez kembali menunjukkan tajinya sebagai juara dunia bertahan dengan memetik kemenangan ketiganya dari empat balapan terakhir.
Hasil ini membuat pembalap tim pabrikan Ducati tersebut memangkas jarak secara masif setelah sempat tertinggal 102 poin dari pemuncak klasemen, Marco Bezzecchi (Aprilia), pasca-operasi bahu yang dijalaninya di Mugello. Marquez tepatnya di posisi keempat dengan total 140 angka.
Di sisi lain, Bezzecchi justru mengalami periode kelam karena hanya mendulang 7 dari total 74 poin maksimal di beberapa seri terakhir. Puncaknya, ia dijatuhi sanksi larangan balapan di Brno setelah kedapatan memukul seorang marshal akibat frustrasi terjatuh di sesi Sprint.
Situasi ini sejatinya menjadi peluang emas bagi rekan setimnya, Jorge Martin, untuk mengudeta puncak klasemen. Namun, akibat harus menjalani hukuman dua kali long-lap penalty imbas insiden di Sirkuit Balaton Park, Hungaria, Martin hanya mampu menyentuh garis finis di posisi kesembilan dan kini berjarak delapan poin dari Bezzecchi yang mengoleksi 180 angka.
Di tengah absennya Bezzecchi dan merosotnya Martin, bendera Aprilia justru dikibarkan tinggi-tinggi oleh pembalap tim satelit Trackhouse Racing, Ai Ogura. Pembalap asal Jepang tersebut tampil sensasional dengan merebut pole position perdananya di kelas utama, sebelum akhirnya sukses mengamankan podium kedua, baik di sesi Sprint maupun balapan utama hari Minggu.
Ogura bahkan sempat memberikan tekanan hebat di lap-lap terakhir dan menyentuh garis finis hanya terpaut tipis 0,4 detik di belakang Marquez. CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, memberikan apresiasi setinggi langit atas pencapaian tersebut, meski ia juga mengakui betapa sulitnya menaklukkan seorang pembalap sekaliber Marc Marquez.
“Saya sangat bahagia untuk Ai Ogura. Saya rasa dia sangat layak berada di posisi itu. Melihatnya meraih pole position sungguh luar biasa, dan sejujurnya saya sempat berharap dia bisa menang karena dia pantas mendapatkannya. Namun, Marc tetaplah Marc,” ujar Rivola mengutip dari Crash, Selasa (23/6/2026).
Melihat performa motor RS-GP yang kompetitif di Brno, Rivola merasa optimistis menatap sisa musim, termasuk seri berikutnya di MotoGP Belanda 2026 yang akan berlangsung di Sirkuit Assen pada 26-28 Juni 2026. Kendati demikian, ia tidak menampik adanya masalah non-teknis yang harus segera dibenahi dalam internal skuadnya, terutama mengenai kontrol emosi para pembalap.
Selain dinamika persaingan di baris depan, Aprilia juga sempat diuji dengan kondisi Raul Fernandez yang mengalami gangguan usus buntu, hingga memaksa tim menyiapkan pembalap penguji Lorenzo Savadori (Sava) sebagai antisipasi.
“Saya rasa ke depannya akan ada lebih banyak balapan yang menantang bersama Ai, serta tentunya saat Jorge dan Marco bisa bertarung bersama lagi di depan. Sangat bagus melihat banyak motor Aprilia tampil kuat,” sambung Rivola.
“Raul juga sempat bermasalah dengan usus buntunya, dan Sava berada di sini karena awalnya kami mengira Raul tidak akan bisa balapan. Jadi, sekali lagi, paket motor kami kuat dan para pembalap kami hebat. Memang terkadang mereka terlalu emosional, tetapi sudah menjadi tugas kami untuk mengelola hal tersebut, dan saya pribadi ikut bertanggung jawab atas hal itu,” pungkasnya.
(Rivan Nasri Rachman)