BRNO – Kebangkitan luar biasa Marc Marquez di paruh musim MotoGP 2026 mulai menebar teror nyata bagi para pesaingnya. Melalui kemenangan ketiganya dari empat balapan terakhir di Sirkuit Brno, Republik Ceko, pada Minggu 21 Juni 2026, sang juara dunia bertahan dari tim pabrikan Ducati Lenovo tersebut resmi kembali masuk dalam bursa calon juara dunia musim ini.
Padahal, pasca balapan di MotoGP Italia 2026, di mana Marquez baru saja kembali membalap setelah menjalani operasi bahu, ia sempat tertinggal jauh hingga 102 poin dari andalan Aprilia, Marco Bezzecchi.
Namun, rider berjuluk The Baby Alien itu langsung mengamuk dengan menyapu bersih kemenangan ganda (Sprint dan balapan utama) di Sirkuit Balaton Park, Hungaria, disusul podium ketiga pada Sprint race di Sirkuit Brno, dan puncaknya adalah kemenangan mutlak pada balapan utama MotoGP Republik Ceko 2026.
Di kubu sebelah, nasib sial justru terus menggelayuti Marco Bezzecchi. Sejak kemenangan emosionalnya di balapan kandang Italia, performa pembalap Aprilia itu menukik tajam dengan hanya mampu mengais 7 dari maksimal 74 poin yang tersedia.
Rentetan mimpi buruk Bezzecchi dimulai saat ia ditabrak oleh rekan setimnya sendiri, Jorge Martin, di awal MotoGP Hungaria 2026. Kesialannya berlanjut saat ia terjatuh di sesi Sprint Brno pada Sabtu, 20 Juni 2026, yang kemudian berujung pada sanksi larangan balapan di GP Ceko akibat tindakan emosionalnya memukul marshal.
Akibat situasi kontras ini, Marquez melesat ke peringkat keempat klasemen dan kini hanya terpaut 40 poin saja dari Bezzecchi, dengan 13 seri tersisa yang masih harus diperjuangkan.
Melihat sang rival yang kian mendekat di kaca spion klasemen, CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, angkat bicara. Ia menegaskan timnya sama sekali tidak pernah mencoret nama Marquez dari daftar ancaman, terlepas dari cedera bahu yang sempat membekap pembalap Ducati tersebut di awal musim.
“Pertama-tama, saya rasa kami harus berkaca pada diri kami sendiri,” ungkap Massimo Rivola saat dimintai tanggapan mengenai ancaman nyata dari Marquez, dikutip dari Crash, Selasa (23/6/2026).
“Jujur saja, kami sudah mengkhawatirkan Marc Marquez sejak balapan pertama musim ini. Jadi, menurut saya Marc adalah ancaman yang sangat nyata, dan Ducati telah melakukan pekerjaan yang luar biasa; selamat untuk mereka,” jelas Rivola.
Rivola juga menambahkan fokus utama Aprilia saat ini adalah membenahi performa internal mereka agar bisa kembali ke jalur kemenangan, berkaca dari hasil positif yang ditunjukkan pembalap mereka lainnya.
“Kami harus segera memperbaiki apa yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir ini. Setelah itu, kami yakin bisa kembali kompetitif, seperti yang berhasil dibuktikan oleh (Ai) Ogura akhir pekan ini,” tutupnya.
(Rivan Nasri Rachman)