MILTON KEYNES – Spekulasi mengenai masa depan Max Verstappen di Red Bull Racing terus memanas. Meski masih terikat kontrak hingga akhir 2026, juara dunia empat kali Formula One (F1) tersebut dilaporkan berpeluang meninggalkan tim lebih awal, baik untuk mengambil cuti panjang maupun pensiun dini.
Menanggapi ketidakpastian ini, Red Bull dikabarkan sudah mengantongi satu nama luar biasa sebagai suksesor utama, yakni pembalap McLaren, Oscar Piastri.
Ketidakpuasan Verstappen kabarnya dipicu oleh beberapa faktor krusial. Selain kekhawatiran terhadap regulasi teknis F1 yang akan datang di tahun 2026, ia juga merasa frustrasi dengan penurunan daya saing mobil Red Bull dibandingkan rival seperti McLaren dan Mercedes.
Musim F1 dimulai dengan sangat sulit bagi pembalap berusia 28 tahun itu. Verstappen tertahan di posisi ketujuh klasemen sementara setelah gagal meraih podium dalam empat balapan pembuka.
Situasi ini kian pelik karena kontrak Verstappen diyakini memiliki klausul khusus terkait performa. Jika ia berada di luar posisi papan atas klasemen hingga Desember mendatang, Verstappen memiliki hak legal untuk memutus kerja sama.
Dengan ketidakstabilan internal yang terus membayangi, skenario perpisahan antara sang pembalap bintang dan tim yang telah membesarkan namanya tersebut kini bukan lagi hal yang mustahil.
Melansir laporan dari Autosport, Kamis (7/5/2026), manajemen Red Bull yang kini dipimpin oleh Laurent Mekies dan Oliver Mintzlaff mulai menunjukkan pergeseran filosofi pasca-hengkangnya Helmut Marko.
Jika selama dua dekade terakhir tim selalu fokus membina talenta dari akademi sendiri untuk mendampingi pembalap utama, kini mereka siap mengambil langkah instan dengan mendatangkan pembalap mapan dari tim rival.
Oscar Piastri menjadi target nomor satu karena dinilai memiliki ketenangan emosional yang luar biasa saat berada di lintasan balap. Meskipun Red Bull masih memiliki talenta muda seperti Isack Hadjar, manajemen merasa sang junior belum siap untuk menjadi tulang punggung tim.
Meski Piastri masih terikat kontrak dengan McLaren hingga 2027, sejarah Formula 1 membuktikan bahwa kontrak bisa saja diputus jika ada kesepakatan besar yang terjadi. Muncul pula rumor mengenai kemungkinan pertukaran bersejarah di mana Piastri merapat ke Red Bull, sementara Verstappen berlabuh ke McLaren, meskipun hingga saat ini kubu Papaya belum menunjukkan ketertarikan resmi untuk menampung sang pembalap Belanda tersebut.
(Rivan Nasri Rachman)