Indonesia Raih Emas di SEA Youth Table Tennis 2026, Generasi Baru Unjuk Gigi!

Ramdani Bur, Jurnalis
Rabu 22 April 2026 02:05 WIB
Indonesia raih 1 emas dan 4 perunggu di SEA Youth Table Tennis 2026. (Foto: STTA)
Share :

KEBANGKITAN tenis meja Indonesia mulai menemukan momentumnya. Tampil pada ajang South East Asian Youth Table Tennis Championship 2026 yang berlangsung di Pasir Ris Sports Hall, Singapura, pada 14–19 April 2026, atlet muda Tim Indonesia menunjukkan performa menjanjikan di tengah persaingan kawasan Asia Tenggara.

Kejuaraan yang diikuti 140 atlet dari sembilan negara, yakni Indonesia Brunei Darussalam, Malaysia, Laos, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam. Ajang ini menjadi panggung pembuktian bagi 16 atlet Tim Indonesia yang terdiri dari delapan putra dan delapan putri.

1. Indonesia Bawa 1 Emas dan 4 Perunggu

Muhammad Naufal Junindra raih emas di SEA Youth Table Tennis 2026. (Foto: STTA)

Indonesia membawa pulang satu medali emas dan empat medali perunggu. Medali emas dipersembahkan Muhammad Naufal Junindra dari nomor Boys U-19 Singles, sementara empat medali perunggu masing-masing diraih melalui nomor Girls U-19 Singles oleh Ni Ketut Maharani, serta dari nomor U-19 Mixed Doubles, Boys U-19 Doubles, dan Boys Team.

Sekretaris Jenderal Indonesia Pingpong League (IPL), Yon Mardiono, turut mengapresiasi capaian para atlet muda yang dinilai sebagai hasil dari mulai terbangunnya sistem pembinaan yang lebih terarah dan kompetitif.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa pembinaan usia dini yang dilakukan secara konsisten mulai membuahkan hasil. Kompetisi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan menjadi kunci untuk melahirkan atlet-atlet berkualitas yang siap bersaing di level internasional,” ujar Yon Mardiono.

Perjalanan Naufal menuju podium tertinggi menjadi salah satu sorotan utama. Pada babak perempatfinal, ia tampil dominan dengan menundukkan wakil tuan rumah Singapura, Nicholas Tan dengan skor telak 3-0. Kemenangan tersebut menjadi pijakan penting yang mengantarkannya melaju hingga babak final.

Lewat permainan yang konsisten, disiplin, dan penuh kepercayaan diri, Naufal mampu menuntaskan perjuangannya dengan meraih medali emas, sekaligus menegaskan potensi besar atlet muda Indonesia di level regional.

Di sektor putri, Ni Ketut Maharani juga menunjukkan daya juang tinggi. Ia berhasil melaju hingga babak semifinal setelah mengalahkan wakil Thailand dalam pertandingan ketat di perempat final dengan skor 3-2, sebelum akhirnya mengamankan medali perunggu.

Yon juga menambahkan sinergi antar pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menjaga tren positif ini.

“Kami melihat ada semangat baru dalam ekosistem tenis meja nasional. Jika seluruh pihak dapat terus berjalan dalam satu arah yang sama, saya optimistis prestasi tenis meja Indonesia akan semakin meningkat ke depan,” imbuhnya.

 

2. Sinyal Kebangkitan Tenis Meja Indonesia

Sementara itu, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menilai capaian ini sebagai sinyal kuat kebangkitan tenis meja Indonesia setelah sempat menghadapi berbagai tantangan dalam satu dekade terakhir.

Indonesia meraih 1 emas dan 4 perunggu di SEA Youth Table Tennis 2026. (Foto: STTA)

“Kabar baik datang dari cabang tenis meja. Setelah sempat menghadapi berbagai tantangan, tenis meja berhasil meraih medali perak dan perunggu di SEA Games Thailand 2025. Bahkan, Naufal yang meraih perunggu kembali meraih emas di ajang SEA Youth di Singapura. Ini menjadi sinyal positif kebangkitan tenis meja Indonesia,” ujar Raja Sapta Oktohari.

Menurut Okto, kebangkitan ini tidak terlepas dari upaya perbaikan tata kelola organisasi yang kini mulai berjalan ke arah yang lebih baik.

“Harapannya, tidak hanya prestasi yang meningkat, tetapi juga tata kelola organisasi semakin baik. Kita perlu meninggalkan isu dualisme dan fokus pada satu tujuan bersama, yaitu mengantarkan prestasi terbaik Indonesia di panggung dunia,” tegasnya.

Pencapaian di Singapura ini menjadi fondasi penting bagi regenerasi atlet tenis meja Indonesia. Di tengah semakin ketatnya persaingan di kawasan Asia Tenggara, hasil ini menunjukkan bahwa Indonesia mulai kembali menemukan arah pembinaan yang tepat.

Jika konsistensi pembinaan dan soliditas organisasi terus dijaga, bukan tidak mungkin tenis meja Indonesia akan kembali menjadi kekuatan yang diperhitungkan, tidak hanya di Asia Tenggara, tetapi juga di level Asia hingga dunia.

(Ramdani Bur)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya