Di urutan ketiga, ada Chou Tien Chen. Tunggal putra kebanggaan Taiwan ini juga selalu merasa nyaman kala bertanding di Indonesia. Tak ayal, hasil manis pun kerap diraihnya.
Chou bahkan berhasil melaju ke final Asian Games 2018 yang kala itu digelar di Istora Senayan. Namun, dia akhirnya gagal meraih medali emas karena kalah di tangan Jonatan Christie, dengan skor 18-21, 22-20, dan 15-21.
Selain Asian Games, Chou Tien Chen juga sentuh partai puncak DI Indonesia Open 2019. Tetapi kali ini, dia berhasil rebut gelar juara. Pada Indonesia Open 2025, dia berhasil tembus final namun gagal raih gelar juara karena kalah dari Antonsen di final dengan skor 20-22 dan 14-21.
Lalu, ada Sapsiree Taerattanachai. Dia salah satu andalan Thailand di sektor ganda. Sapsiree bahkan pernah dimainkan di 2 nomor sekaligus, yakni ganda putri dan ganda putra.
Duetnya dengan Dechapol Puavaranukroh sukses besar. Mereka pernah duduki peringkat 1 dunia pada 2021.
Di balik kariernya yang cemerlang, Sapsiree ternyata juga turut mencintai Indonesia. Dia menganggap Indonesia sebagai rumah kedua karena banyaknya penggemarnya di Tanah Air. dia sampai mempelajari bahasa Indonesia agar memperlancar komunikasinya.
Terakhir, ada Viktor Axelsen. Tunggal putra asal Denmark ini juga menjadikan Indonesia sebagai rumah kedua hingga kala bertanding di Tanah Air dirinya kerap membawa keluarganya.
Namun, pemandangan tersebut tampaknya sudah tak bisa lagi dilihat. Pasalnya, Axelsen sudah resmi bercerai dengan sang istri.
Meski begitu, aksinya kala bertanding di Istora Senayan selalu dinantikan. Apalagi, persaingan sengit kerap tersaji kala dirinya dihadapkan dengan wakil Tanah Air, seperti Anthony Sinisuka Ginting hingga Jonatan Christie.
Beberapa gelar pun berhasil didapat Axelsen kala tanding di Indonesia. Dia sukses menjuarai Indonesia Masters 2022 dan Indonesia Open 2022.
(Djanti Virantika)