“Mungkin latihan masih ada enggak enaknya kalau sama mereka. Kalau di pertandingan lebih bebas, kalau mereka berkehendak apa ya tergantung service judge dan wasit,” ujar Raymond.
Raymond/Joaquin melangkah ke perempatfinal setelah melalui pertarungan sengit melawan Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuen yang harus dituntaskan lewat rubber game. Sebagai juara Australia Open 2025, mereka juga merasakan dorongan ekstra dari atmosfer Istora ketika berada dalam tekanan.
“Pastinya sangat mendukung ya, apalagi kan tuan rumah pasti mendukung kami. Jadi alasannya menjadi motivasi lebih saja pas lagi nanti,” kata Raymond.
Dengan modal kepercayaan diri, pengalaman manis di masa lalu, serta dukungan penuh publik Istora, Raymond/Joaquin siap mencoba kembali menghentikan langkah senior mereka. Hal itu sekaligus menjaga asa melangkah lebih jauh di Indonesia Masters 2026.
(Wikanto Arungbudoyo)