KISAH Veddriq Leonardo yang awali karier sebagai sparring partner Tim Indonesia di Asian Games 2018, tapi kini sukses menyumbang medali emas di Olimpiade Paris 2024 menarik untuk dibahas. Sebab siapa sangka, ia yang awalnya cuma jadi sekadar lawan latihan kini menjadi andalan utama Indonesia di nomor speed panjat tebing.
Ya, perjalanan Veddriq untuk meraih medali emas Olimpiade Paris 2024 tidaklah mudah. Awalnya, ia bahkan pernah kesulitan bersaing di nomor lead dan boulder.
Kendati demikian, setelah mencoba nomor speed, Veddriq seakan berhasil menemukan potensinya di sektor tersebut. Atlet kelahiran Pontianak itu terus melatih kecepatannya hingga berhasil merebut medali perunggu nomor speed saat mengikut Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing 2017 di Yogyakarta.
Berkat penampilannya itu, Veddriq dan ketujuh atlet dari berbagai daerah di Indonesia diundang oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI). Hanya saja, undangan di Januari 2018 itu ternyata hanya sekadar sebagai sparring partner untuk para seniornya yang akan tampil di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.
Menariknya, penampilan Veddriq justru membuat FPTI justru terpukau saat persiapan Asian Games 2018. Alhasil, Veddriq justru dimasukkan ke skuad panjat tebing Indonesia untuk Asian Games 2018 dan resmi masuk Pelatnas pada Maret 2018.
Dalam aksinya di Asian Games 2018, Veddriq bersama Tim Indonesia berhasil menyumbang medali emas di nomor speed relay. Sejak saat itulah, Veddriq menjadi andalan Indonesia di nomor speed panjat tebing.
Setelahnya Veddriq mampu meraih enam juara dunia IFSC, satu kejuaraan asia, tiga musim beruntun World Cup, dan yang terbaru medali emas Olimpiade Paris 2024. Veddriq mampu mengalahkan wakil China, Wu Peng, di laga perebutan medali emas yang digelar pada Kamis (8/8/2024) sore WIB.
Itu menjadi medali emas pertama Indonesia di Olimpiade Paris 2024. Sekaligus medali emas pertama Indonesia di cabor panjat tebing.
(Rivan Nasri Rachman)