“Karena memang di latihan sudah Alhamdulillah memenuhi tapi memang saya belum terpenuhi untuk istirahat karena memang istirahat penting buat kualitas latihan dan kualitas tidurnya penting untuk latihan maupun pertandingan,” imbuh Rizki.
“Jangan sampai nanti saya istirahat kurang tapi latihan bagus, terlalu berlebihan buat kondisi saya terlalu capek. Saya usahakan 50:50 persen nanti pertandingan Olimpiade nanti,” tutur atlet kelahiran 17 Juni 2003 tersebut.
Lebih lanjut, Rizki menceritakan perubahan dialaminya selama fokus mempersiapkan diri tampil di Paris 2024. Salah satu yang berubah adalah jam tidurnya yang kini diwajibkan mencapai 10 jam agar kondisi tubuhnya tetap terjaga karena porsi latihannya juga semakin bertambah.
“Pastinya ada perubahan kebiasaan, sebelum persiapan Olimpiade tidur saya masih terbilang kurang, mungkin masih 6-7 jam, sekarang saya membutuhkan waktu tidur 8 jam minimal waktu malam dan 2 jam untuk waktu siang. Sebelumnya saya hanya dapat istirahat 1 jam saja,” ujar Rizki.
“Sekarang saya harus benar-benar banyakin kualitas tidurnya, karena latihan ditambah lagi, lebih ekstra berat lagi dari persentasenya mau pun beban ulangannya,” terang pria berbobot 73 kg itu.
“Kualitas latihannya kan pagi-sore di-push terus, sekarang saya tinggal balikin kondisinya saya dengan keadaan kurang tidur saja saya tidak bisa angkat seperti itu, tetapi saya ingin perbaiki lagi dan meluangkan waktu saya untuk kondisi biar lebih baik lagi,” pungkasnya.
(Wikanto Arungbudoyo)