JAKARTA - Ketua Umum KONI Letjen TNI Purn Marciano Norman turut berduka atas meninggalnya Lisa Rumbewas. Ia mengatakan jasa-jasa mendiang sebagai patriot olahraga tidak akan dilupakan.
“Patriot Olahraga kebanggaan Indonesia itu meninggal dunia pada Minggu 14 Januari 2024 sekitar pukul 03.00 WIT di RSUD Jayapura,” tulis keterangan resmi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Minggu (14/1/2024).
Lisa merupakan salah satu mantan atlet angkat berat kebanggaan Tanah Air. Semasa menjadi atlet, perempuan berusia 43 tahun itu menyumbangkan tiga medali di ajang Olimpiade, yakni pada edisi 2000, 2004, dan 2008.
Pada debutnya di Olimpiade Sydney 2000, putri dari pasang atlet binaraga Levi Rumbewas dan atlet angkat besi Ida Korwa, berhasil meraih medali perak di kelas 48 kg. Kemudian pada Olimpiade Athena 2004, ia meraih medali perak kelas 53 kg.
Keping medali Olimpiade ketiganya adalah perunggu di Beijing 2008. Medali tersebut diberikan (IOC) yang diwakili Komite Olimpiade Indonesia (KOI) pada 3 Desember 2017, di Hotel Sheraton Gandaria, Jakarta.
Hal tersebut terjadi lantaran, atlet asal Belarusia, Nastassia Novikava terbukti menggunakan doping turinabol dan stanozol sehingga status medalinya dicabut. Lisa yang menempati posisi empat, berhak atas medali perunggu tersebut.
Marciano berduka atas kepulangan Lisa. Ia menyampaikan perempuan asal Papua itu akan selalu dikenang sebagai salah satu atlet angkat berat terbaik dan pahlawan olahraga Indonesia.
“Selaku Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat dan mewakili masyarakat olahraga prestasi, saya menyampaikan turut berduka cita," papar Marciano.
"Semoga mendiang Lisa mendapatkan tempat yang mulia di sisi Tuhan, yang Maha Pengasih, dan jasanya sebagai patriot olahraga akan selalu dikenang, serta memotivasi para Lifter Indonesia untuk meraih prestasi dunia,” tandasnya.
(Wikanto Arungbudoyo)