“Di turnamen ini, mereka bertemu dengan pemain yang lebih bagus segalanya. Ya kualitas, teknik, kemampuan, pengalaman, dan kematangan. Ester dan Komang bisa terbuka matanya. Mereka melihat bahwa peta persaingan di level super 500 itu tidak mudah, jauh lebih berat, dan sengit,” tambahnya.
Herli pun berharap pengalaman tampil di Australia Open 2023 menjadi pemicu bagi Komang dan Ester untuk berkembang lebih baik lagi agar bisa bersaing di papan atas dunia. Sebab, mereka merupakan dua pemain yang bakal menjadi harapan berikutnya bagi Tim Merah-Putih setelah Gregoria Mariska Tunjung dan Putri Kusuma Wardani.
“Dari kekalahan keduanya, semoga bisa menjadi pelecut untuk memperbaiki dan meningkatkan performanya. Mereka harus bisa mengejar ketertinggalannya untuk berlatih dan bersiap lebih baik lagi,” pungkas Herli.
Sebagai tambahan, sepanjang tahun ini Komang telah mengikuti tiga turnamen dan hasilnya cukup memuaskan. Di luar Australia Open 2023, dara kelahiran Buleleng, Bali, itu sukses menjadi juara Nantes International Challenge 2023 serta runner up Denmark Masters 2023.
Sedangkan Ester telah turun dalam tujuh turnamen sepanjang tahun ini. Sayangnya, dia selalu gugur di babak 32 atau 16 besar.
(Rivan Nasri Rachman)