LAMA tak terdengar, begini kabar eks ratu bulu tangkis China yang akhirnya jadi Warga Negara Indonesia (WNI). Ya, pada era 1980-an sampai 1990-an, China diketahui memiliki pebulu tangkis tunggal putri, yang jadi rival utama Susy Susanti.
Mantan pebulu tangkis itu bernama Huang Hua. Ia merupakan salah satu andalan tunggal putri China.
Di masa kejayaannya, Huang Hua turut mengantarkan China meraih juara Piala Uber tahun 1990 dan 1992. Tak hanya itu, jauh sebelumnya, Huang Hua pun sempat meraih medali perunggu Olimpiade 1992 dan kejuaraan bulu tangkis dunia 1989.
Pencapaian itu jadi banyak omongan publik di masa kejayaannya. Tak heran jika Huang Hua disebut salah satu pesaing berat legenda bulu tangkis Indonesia, Susy Susanti.
Tapi, ia justru memutuskan pensiun di masa keemasannya. Wanita kelahiran 16 November 1969 itu pun sempat mengguncang publik bulu tangkis.
Sebab, Huang Hua memutuskan pindah kewarganegaraan. Ya, Huang Hua diketahui menjadi WNI, tak lama setelah menikah dengan pria asal Indonesia, Tjandra Budi Dharmawan pada 1993. Lama tak terdengar, bagaimana kabarnya saat ini?
Diketahui melalui unggahan kanal YouTube Huang Hua, ia saat ini memutuskan tinggal di Klaten, Jawa Tengah bersama sang suami. Bahkan, Huang Hua cukup aktif memperkenalkan budaya Indonesia.
Ia diketahui bermain ketoprak atau seni peran bersama suaminya. Lama jadi WNI, Huang Hua pun sangat faseh berbahasa Indonesia.
Sebelumnya, Huang Hua dan Tjandra Budi memang tidak langsung tinggal di Klaten. Keduanya diketahui sempat menjalani kehidupan di Amerika Serikat.
Setelah lama tinggal di Amerika Serikat, Huang Hua dan sang suami pun hijrah ke Klaten. Saat ini mereka sudah dikarunai tiga orang anak.
Ketiga anak itu bernama Tjandra Michael, Tjandra Christian, dan Tjandra William. Setelah pindah ke Indonesia, ia diketahui banyak menghabiskan waktu sebagai ibu rumah tangga dan membantu sang suami berbisnis di bidang properti.
Kendati sudah tak aktif sebagai pebulu tangkis, ia diketahui terus mengikuti perkembangan dunia bulu tangkis. Meskipun, ketiga anaknya diketahui tidak mengikuti jejak ibunya menjadi seorang bulu tangkis top dunia.
(Hakiki Tertiari )