MERCEDES disebut kurang cepat di trek lurus usai gagal raih hasil apik di F1 GP Jepang 2022. Hal tersebut disampaikan langsung Direktur Teknik Trackside Mercedes AMG Petronas, Andrew Shovlin.
Menyusul gagalnya Lewis Hamilton dan George Russell meraih podium di GP Jepang 2022, Andrew Shovlin mulai mengetahui permasalahan yang dialami Mercedes. Menurutnya, Mercedes lemah di trek lurus tanpa bisa menggunakan DRS (Dreag Reduction System).
Balapan tersebut berlangsung di Sirkuit Suzuka, Jepang pada Minggu 9 Oktober 2022 sore WIB. Namun, Lewis Hamilton dan George Russell tidak finis di posisi tiga besar dalam balapan tersebut.
Lewis Hamilton sempat bersaing ketat dengan Esteban Ocon (Alpine) untuk memperebutkan posisi keempat. Namun, pembalap asal Inggris itu gagal menyalip Esteban Ocon dan harus puas finis kelima.
Sementara itu, George Russell harus puas mengakhiri balapan di posisi kedelapan. Pembalap berusia 24 tahun itu kesulitan untuk mengimbangi kecepatan Fernando Alonso (Alpine).
BACA JUGA:Diungkap sang Ayah, Ini Perbedaan Kondisi Max Verstappen saat Raih Gelar Juara F1 2021 dan 2022
Sedangkan dalam balapan tersebut Max Verstappen (Red Bull Racing) berhasil meraih gelar juara keduanya. Andrew Shovlin pun memberikan ucapan selamat kepada pembalap asal Belanda tersebut.
"Pertama-tama, saya memberikan ucapan selamat kepada Max (Verstappen) dan Red Bull atas kemenangan dan gelar juara musim ini, dia mengemudi dengan sangat hebat musim ini," kata Andrew Shovlin dilansir dari Tuttomotoriweb, Senin (10/10/2022).
Pria berusia 48 tahun itu mengaku frustasi karena Lewis Hamilton dan George Russell tidak menempati posisi tiga besar meski Mercedes kecepatan bagus, tetapi kesulitan untuk menyalip pembalap lainnya. Ia pun menyebut permasalah di timnya adalah lemah saat berada di trek lurus.
"Akhir pekan kami cukup sulit, tetapi hari ini membuat frustasi: mobil memiliki kecepatan yang baik, tetapi kami hanya terjebak di belakang mobil lain dan kami tidak memilikinya satu pembalap di posisi tiga besar," jelasnya.
"Kemungkinan masalah Mercedes adalah di lintasan lurus tanpa bisa menggunakan DRS (Drag Reduction System). Kondisinya jelas sulit, tapi bagus kami bisa memulai balapan di akhir dan menghibur para penggemar," pungkasnya.
(Rivan Nasri Rachman)