Tiafoe, yang terbiasa melihat latihan tenis, akhirnya mendapatkan akses untuk coba-coba secara gratis. Seiring berjalannya waktu, potensi Tiafoe akhirnya terlihat oleh pelatih bernama Misha Kouznetsov.
Kouznetsov mengajak Tiafoe. yang baru berusia 15 tahun, mengikuti turnamen Orange Bowl, turnamen bergengsi di Florida. Hebatnya, Tiafoe menjuarai turnamen tersebut.
Tiafoe memulai debut sebagai pemain profesional saat berumur 17 tahun, bahkan dirinya masuk dalam undian Prancis Terbuka 2015. Hingga kini, karier Tiafoe terus menanjak dan menjadi tunggal putra ranking 26 dunia. Kini, Tiafoe menjadi salah satu petenis kulit hitam Amerika Serikat pertama setelah Arthur Ashe yang menembus semifinal US Open sejak 1972.
(Andika Pratama)