SUNCHEON – Korea Open 2022 akan berlangsung di Palma Indoor Stadium, Suncheon, 5 hingga 10 April mendatang. Jelang bergulirnya turnamen Super 500 itu, Tim Bulu Tangkis Indonesia justru dilanda lelah dan jet lag.
Lelah dan jet lag wajar menghinggapi para wakil Indonesia. Sebab, ada perbedaan zona waktu yang signifikan saat para wakil Indonesia melakukan perjalanan dari Eropa ke Korea Selatan.
Di sisi lain, bagi sejumlah pemain, ini akan menjadi turnamen ketiga atau keempat dalam kurang-lebih lima pekan terakhir. Alhasil, para pelatih harus menyiasati menu latihan agar sesuai dengan kebugaran para pemain, terutama yang menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Pelatih ganda campuran yang juga memimpin rombongan tim, Nova Widianto, berkata, sejak tiba pada Kamis 31 Maret, para pemain belum bisa latihan maksimal. Dia berusaha untuk tetap menjaga kondisi anak asuhnya agar tidak terlalu turun.
"Untuk kendala ada di masalah jet lag setelah dari Eropa, jam tidurnya terganggu karena perbedaan waktunya lumayan signifikan di sini," ucap Nova, dikutip dari rilis PBSI, Senin (4/4/2022).
"Buat Rinov (Rivaldy)/Pitha (Haningtyas Mentari) dan Adnan (Maulana)/Mychelle (Crhystine Bandaso) akan menjadi turnamen keempat selama lima minggu terakhir. Tiga di antaranya di Eropa. Cukup melelahkan memang, tapi mereka dalam kondisi siap tempur," ucap Nova.
"Selama persiapan di sini, latihannya memang tidak bisa maksimal. Jadi, hanya menjaga supaya anak-anak kondisinya tidak terlalu turun. Lapangan latihan baru ada hari Minggu kemarin dan kami sempat ada karantina satu hari sesampainya di Korea," lanjutnya.