Kemudian, selama turnamen berlangsung para atlet dan ofisial juga akan menjalani tes PCR yang telah dijadwalkan yang hasilnya dapat diketahui 3-6 jam setelah sampel diambil. Mereka akan di tes PCR satu kali sesampainya di Bali dan satu kali lagi empat hari setelah kedatangan. Lalu, mereka akan di tes sebanyak dua kali saat kejuaraan berlangsung dan satu kali lagi ketika akan pulang ke negara masing-masing.
Selanjutnya, selama tiga kejuaraan tersebut berjalan tidak ada penonton yang diperbolehkan untuk menyaksikan langsung para jagoan mereka berlaga di venue. Kemudian, PBSI hanya memperbolehkan 50% kehadiran dari total kapasitas venue yang terdiri dari perwakilan masing-masing negara, pihak penyelenggara dan sponsor. Lalu, mereka semua wajib menunjukkan hasil tes negatif untuk bisa masuk ke arena pertandingan.
Untuk masalah peliputan, hanya media yang telah mendapatkan izin resmi dari PBSI yang bisa meliput ketiga ajang tersebut. Hal itu dimaksudkan agar memaksimalkan kapasitas venue untuk para atlet, ofisial dan juga panitia.
Agung mengatakan bahwa semua aturan yang telah disebutkan di atas adalah hasil kesepakatan dari semua ahli yang terlibat. Mereka adalah orang-orang yang sudah punya pengalaman dalam menanggulangi covid-19.
“Perencanaan kita adalah hasil dari kesepakatan ahli-ahli dan juga orang-orang yang sudah punya pengalaman untuk mengatasi covid. Jadi mereka semua sudah berpengalaman dan dinilai berhasil,” pungkas Agung.
Menarik tentunya melihat ketiga turnamen besar itu akan berlangsung di satu kawasan yang sama. Untuk mengetahu jadwal lebih lengkapnya, Indonesia Masters 2021 akan berlangsung pada 16-21 November dan diikuti oleh Indonesia Open 2021 pada 23-28 November mendatang.
Kemudian sebagai penutup turnamen beruntun itu, BWF World Tour Finals 2021 akan menjadi gong akhir dalam perjuangan para pebulu tangkis dunia di Pulau Dewata, tepatnya pada 1-5 Desember 2021.
(Rivan Nasri Rachman)