Atlet muda sensasional itu juga telah ditawari persediaan seumur hidup dari suguhan lokal favoritnya “Latiao.” Sekadar informasi, Latiao adalah camilan pedas yang terbuat dari tepung terigu dan cabai.
Hongchan berasal dari keluarga pertani yang tinggal di desa kecil. Selain mengumpulkan biaya untuk pengobatan sang ibu, dia juga membantu mencukupi kebutuhan keluarganya yang berpenghasilan rendah. Keluarga Hongchan terdiri dari tujuh orang, termasuk dirinya.
Kini, ketenarannya membuat banyak orang berbondong-bondong datang ke Zhangjiang dan menyebabkan kekacauan lalu lintas. Alhasil, desa tempat tinggal Hongchan kini telah ditutup untuk orang dari luar. Pemerintah menutup wilayah itu untuk mencegah munculnya klaster Covid-19 di sana.
Di platform media sosial mirip Twitter milik China, Weibo, tagar “cara melihat rumah Quan Hongchan yang menjadi hotspot foto internet” telah dilihat lebih dari 25 juta kali. Akan tetapi, beberapa pengguna juga mengkritik perilaku tidak masuk akal para penggemar yang memadati desa asal Hongchan.
"Meskipun pencapaiannya layak diakui oleh seluruh masyarakat, bagaimanapun juga, dia adalah seorang remaja yang kesederhanaannya perlu dilindungi dari pemujaan yang gila-gilaan,” tulis salah satu pengguna Weibo yang tidak setuju dengan perilaku tersebut.
Prestasi Hongchan tidak hanya membawa berkah untuk diri sendiri, tetapi juga keluarganya. Dengan umur 14 tahun, masa depan Hongchan di dunia lompat indah masih amat panjang.
(Andika Pratama)