TOKYO – Kontingen Indonesia harus rela turun ke peringkat ke-18 pada klasemen sementara perolehan medali Olimpiade Tokyo 2020 hingga Minggu (25/7/2021) pukul 19.30 WIB. Indonesia tercatat masih membukukan dua medali yang semuanya berasal dari cabang olahraga (cabor) angkat besi.
Dua medali itu terdiri dari satu perak yang disumbangkan Eko Yuli Irawan pada siang tadi dan perunggu yang diperoleh oleh Windy Cantika Aisah pada Sabtu 24 Juli 2021 kemarin. Eko Yuli yang turun di kelas 61 kg putra tercatat sukses menenmpati peringkat kedua di putaran final.
Eko Yuli mencatatkan total angkatan 302 kg melalui percobaan angkatan snatch 137 kg dan usaha clean and jerk seberat 165 kg. Eko Yuli kalah dari lifter asal China, Li Fabin yang meraih medali emas dengan total angkatan 313 kg.
Baca Juga: Sabet Medali Perak di Olimpiade Tokyo 2020, Bonus Rp2,25 Miliar Menanti Eko Yuli Irawan di Indonesia
Sementara Windy Cantika merebut medali perunggu di kelas 49 kg putri. Windy Cantika menempati posisi ketiga usai mencatatkan angkatan total 194 kg dengan 84 kg snatch dan 110 clean & jerk.
Berkat dua medali yang disumbangkan Eko Yuli dan Windy Cantika itulah yang membuat Indonesia bisa bertengger di peringkat ke-18 pada klasemen sementara perolehan medali Olimpiade Tokyo 2020. Sebelumnya Indonesia pernah menempat peringkat ke-17.
Indonesia berbagi tempat di urutan ke-18 bersama Brasil, Serbia, dan Taiwan yang juga sama-sama baru mengoleksi satu medali perak dan perunggu. Sejauh ini, Indonesia pun menjadi tim terbaik kedua asal Asia Tenggara di klasemen sementara perolehan medali Olimpiade Tokyo 2020.
Untuk perwakilan Asia Tenggara terbaik masih dimiliki Thailand yang menempati peringkat ke-11 dengan perolehan satu emasnya. Tentunya posisi itu masih akan terus berubah lantaran masih banyak cabor yang akan diperjuangkan.
Indonesia sebenarnya memiliki peluang menambah medali dari lifter putra Tanah Air, Deni yang turun di putaran final kelas 67 kg. Sayangnya, Deni pada akhirnya gagal memberikan medali itu lantaran hasilnya tak cukup untuk bisa menembus peringkat tiga besar.
Total angkatan yang diperoleh Deni sebesar 301 kg, yang terdiri 135 kg snatch dan 166 kg clean and jerk. Jumlah 301 kg itu masih kalah jauh dari posisi ketiga.
Lalu untuk peringkat pertama masih dikuasai China dengan total perolehan 10 medali, yang terdiri dari lima emas, satu perak, dan satu perunggu. Kemudian di peringkat kedua dihuni tuan rumah Jepang dengan total enam medali, lima emas dan satu perak.
Sementara Amerika Serikat harus puas menempati peringkat ketiga dengan total 10 medali, yang terdiri dari empat emas, dua perak, dan empat perunggu.
(Rachmat Fahzry)