TOKYO – Panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 mengatakan akan menunda rilis hasil undian tiket hingga Sabtu (10/7). Hal tersebut terpaksa dilakukan karena ibu kota Jepang itu sedang bergulat dengan lonjakan kasus COVID-19.
Panitia awalnya berencana untuk merilis hasil pada Selasa (6/7). Penyelenggara Olimpiade juga dijadwalkan untuk mengadakan pertemuan pekan ini untuk meninjau kembali kebijakan yang mengizinkan hingga 10.000 penonton per arena pertandingan.
Dalam perkembangan terkait, Gubernur Hokkaido, Senin, meminta badan penyelenggara untuk mempertimbangkan penyelenggaraan maraton dan jalan cepat di Sapporo, ibu kota pulau utama paling utara Jepang itu, tanpa penonton di pinggir jalan dalam upaya mengekang penyebaran virus corona.
Gubernur Hokkaido, Naomichi Suzuki, bertemu dengan pejabat komite, termasuk Wakil Direktur Jenderal Hiroshi Sato, meminta agar mereka menerapkan langkah-langkah pencegahan COVID-19 yang ketat dan mencegah orang berkumpul di pinggir jalan untuk acara yang berlangsung pada 5-8 Agustus itu.
Karena lonjakan kasus di Tokyo didorong oleh varian virus yang sangat menular, penyelenggara diharapkan untuk meninjau batas jumlah penonton yang disepakati akhir bulan lalu, yang memungkinkan venue diisi hingga 50 persen dari kapasitas dengan maksimum 10.000 orang.
Baca Juga: Olimpiade Tokyo 2020 Pastikan Gelar 40% Tanpa Dihadiri Penonton
Undian di antara pemegang tiket untuk menentukan apakah mereka dapat hadir di pertandingan, termasuk upacara pembukaan dan penutupan, telah diadakan.
Jika penyelenggara memutuskan untuk menggelar Olimpiade, yang akan dimulai pada 23 Juli, tanpa penonton di tribun, Suzuki mengatakan dia ingin kebijakan itu diterapkan di semua tempat, bukan hanya di Tokyo.
Suzuki menjadi gubernur terbaru yang mendesak penyelenggara untuk memperketat kebijakan penonton mereka. Gubernur prefektur Chiba dan Saitama di Tokyo telah menyerukan agar acara setelah jam 9 malam diadakan secara tertutup.
Suzuki berharap penyelenggara dapat mendorong orang untuk menonton maraton di TV daripada hadir di sepanjang rute.
Olimpiade akan berlangsung di 10 dari 47 prefektur Jepang. Acara maraton dan jalan cepat putra dan putri dipindahkan ke Sapporo pada 2019 karena kekhawatiran akan musim panas yang ekstrem di ibu kota.