Esponsorama Ikhlas Jatahnya Diambil VR46, Petronas SRT Bagaimana?

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis
Kamis 11 Februari 2021 20:17 WIB
Luca Marini memamerkan motornya (Foto: Twitter/@SkyRacingTeam)
Share :

ANDORRA – Sikap ikhlas ditunjukkan Manajer Tim Avintia (Esponsorama) Ducati, Ruben Xaus, menyikapi pertanyaan mengenai jatahnya yang bakal diambil VR46 pada MotoGP 2022. Yang pasti, ia ingin menikmati musim terakhirnya pada ajang balap motor paling bergengsi tersebut.

Sekadar informasi, kontrak Tim Avintia (Esponsorama) bersama Ducati dan Dorna Sports akan habis pada penghujung Kejuaraan Dunia MotoGP 2021. Muncul spekulasi, slot kosong itu nantinya akan diisi oleh Tim VR46 bentukan Valentino Rossi mulai 2022.

Baca juga: Cara Jarvis Bujuk Valentino Rossi ke Yamaha, Ajak Berunding di Ruang Medis!

Sinyal itu semakin kuat dengan bergabungnya Luca Marini ke Avintia Ducati yang notabene adalah adik tiri dari Valentino Rossi. Pembalap berusia 23 tahun itu bahkan akan mengaspal dengan livery warna hitam khas VR46 pada Kejuaraan Dunia MotoGP 2021.

Corak di motor milik Luca Marini itu akan berbeda dengan rekan setimnya, Enea Bastianini. Ruben Xaus menerangkan, perbedaan itu sudah sesuai dengan kesepakatan yang dijalin bersama VR46. Ia pun ikhlas bila tempatnya pada MotoGP 2022 digantikan oleh tim balap tersebut.

Baca juga: Ciabatti Tak Masalah VR46 Hadir di Tim Esponsorama

“Kami membawa dua pendatang baru yang bagus ke MotoGP, dengan perjanjian bersama VR46 Academy untuk memasang logo mereka di motor,” ujar Ruben Xaus, disitat dari Corse di Moto, Kamis (11/2/2021).

“Jika memang pengambilalihan oleh VR46 terwujud, saya akan merasa sangat berbahagia. Apakah saya masih ada di tim atau tidak, tidak akan mengubah apa pun,” imbuh pria berkebangsaan Spanyol itu.

Selain Avintia (Esponsorama), ada satu tim lagi yang kemungkinan diambil jatahnya oleh VR46. Tim tersebut bahkan akan diperkuat Valentino Rossi pada MotoGP 2021, yakni Petronas SRT. Kalau yang ini, isu akuisisi berkaitan dengan jatah tim satelit Yamaha.

Pemilik Tim Petronas Yamaha SRT, Razlan Razali, mengaku tidak khawatir dengan hal tersebut. Ia yakin Valentino Rossi tidak akan berkhianat. Lagipula, memiliki dan menjalankan tim di kelas MotoGP tidak semudah yang dibayangkan.

“Saya sama sekali tidak khawatir jika Valentino ingin membentuk tim sendiri. Pada akhirnya, membentuk tim di MotoGP membutuhkan lebih banyak aspek ketimbang Moto2 dan Moto3. Operasional yang lebih besar, biaya lebih tinggi, dan kemampuan menarik sponsor,” urai Razlan Razali, dikutip dari Crash.

“Tidak semudah apa yang diucapkan memang. Kami sudah pernah melalui fase itu. Saya sama sekali tidak khawatir jika Valentino datang lalu mencuri Yamaha dan hal-hal semacam itu,” tegas pria berkebangsaan Malaysia tersebut.

(Rachmat Fahzry)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya