VALENCIA – Kejuaraan Dunia MotoGP 2020 menjadi musim terakhir Andrea Dovizioso membela Ducati setelah mengabdi selama delapan tahun. Mantan Koordinator Teknis Ducati, Fabiano Sterlacchini pun menilai yang menjadi alasan utama Dovizioso pergi adalah karena sudah kehilangan motivasi.
Sebagai seorang pembalap, Dovizioso tentunya memiliki ambisi besar untuk bisa menjadi juara dunia MotoGP. Sayangnya, dalam tiga musim terakhir, pembalap berjuluk DesmoDovi itu hanya bisa tampil sebagai runner-up karena selalu dikalahkan oleh Marc Marquez dari Repsol Honda.
Kendati demikian, yang menjadi permasalahan bukanlah status runner-up tersebut. Pasalnya, seiring berlalunya musim kompetisi, Dovizioso semakin menyadari bahwa ia kian tertinggal dari Marquez. Hal inilah yang menjadi perhatian Dovizioso.
Baca juga: Valentino Rossi Tak Sangka Ada Dampak Besar dari Covid-19
Pada gelaran MotoGP 2017, Dovizioso menjadi runner-up kejuaraan dengan berbekal enam kemenangan. Di musim tersebut, Dovizioso dan Marquez bertarung hingga seri terakhir. Namun pada akhirnya Dovi tertinggal 37 poin dari Marquez.
Kondisi tersebut sempat membuat Dovizioso optimis menyongsong musim berikutnya. Akan tetapi, yang terjadi malah performa Dovizioso semakin merosot di MotoGP 2018. Ia hanya bisa memenangkan empat seri balapan dan tertinggal 76 angka dari The Baby Alien.
Kemerosotan itu terus berlanjut ke gelaran MotoGP 2019. Meski tampil sebagai runner-up kejuaraan, namun Dovizioso hanya bisa meraih dua kemenangan dan terpaut 151 poin. Bahkan Dovizioso tetap tidak bisa tampil kompetitif meski di MotoGP 2020 Marquez absen dalam balapan.
Menurut Sterlacchini, kondisi inilah yang membuat Dovizioso kehilangan motivasi untuk melanjutkan kariernya di Ducati. Dovizioso pada akhirnya memutuskan untuk absen dari Kejuaraan Dunia MotoGP 2021.
"Kami bisa melihat bahwa siklusnya telah berakhir. Dovizioso memenangkan enam balapan pada 2017, lalu empat, dua, dan baru satu di tahun ini. Saat Anda mengejar, semuanya menjadi berat,” ungkap Sterlacchini, dikutip dari Tutto Motori Web, Minggu (15/11/2020).
“Untuk melakukan banyak meningkatkan, metode pengembangan yang sulit terkadang tperlu dibayar: menghilangkan setengah detik teknik tidak mungkin, tetapi jika Anda menambahkan motivasi pengemudi, Anda dapat membuat kemajuan,” lanjutnya.
“Akan tetapi, itu juga bekerja sebaliknya: dari buruk menjadi semakin buruk, dan pembalap kehilangan motivasi. Nah, mungkin pada saat ini saya akan membendung sesuatu," pungkas Sterlacchini.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)