PALMA DE MALLORCA – Ayah Jorge Lorenzo, Chicho Lorenzo, kembali melempar kontroversi mengenai gaya balap Valentino Rossi. Menurutnya, The Doctor adalah tipikal pembalap yang agresif hingga sering berbuat curang di lintasan.
Pria asal Spanyol itu lantas mengungkit beberapa contoh kasus. Salah satu yang disorotnya adalah tindakan Valentino Rossi kepada Sete Gibernau pada MotoGP Spanyol 2005 di Sirkuit Jerez. Rossi dituduhnya sengaja memepet Gibernau hingga ke luar lintasan demi kemenangan.
Tidak hanya itu, Valentino Rossi berusaha menggoda Sete Gibernau di atas podium agar kesal. Strategi serupa coba diulangi pria asal Italia kepada Casey Stoner di Laguna Seca pada 2008. Rossi memang menang di sirkuit tersebut, tetapi dengan cara yang sedikit nakal.
Baca juga: Quartararo Enggan Disebut Suksesor Rossi di MotoGP
“Gibernau adalah korban pertama dari kecurangan Rossi di trek. Ia sengaja membuat Gibernau keluar lintasan dan terus mengganggunya di podium. Orang kedua adalah Max Biaggi,” ujar Chico Lorenzo, sebagaimana dikutip dari Corse di Moto, Senin (5/10/2020).
“Rossi selalu menerapkan strategi yang sama. Di Laguna Seca (2008), dia menyalip Casey Stoner di tikungan corkscrew, lalu terus mengganggunya hingga Stoner kehilangan akal sehat dan terjatuh,” imbuhnya.
Menurut Chicho, trik itu terus digunakan oleh Valentino Rossi kepada pembalap lainnya. Namun, ketika Jorge Lorenzo muncul sebagai rival utama, taktik itu tidak bekerja dengan baik. Pada akhirnya, Valentino Rossi ‘tobat’ melakukan kecurangan setelah terlibat dalam kecelakaan maut yang menewaskan Marco Simoncelli.
“Ketika Lorenzo menjadi rival terberatnya, dia mencoba segala strategi. Akan tetapi, semua itu gagal,” lanjut Chicho Lorenzo.
“Soal Rossi, harus dikatakan sikapnya berubah sejak 23 Oktober 2011 (kecelakaan Marco Simoncelli di Malaysia). Mungkin, dia sudah sadar berada dalam sebuah olahraga di mana Anda bisa kehilangan nyawa sewaktu-waktu,” tukas Lorenzo senior lagi.
Ya, Valentino Rossi memang terlibat dalam kecelakaan maut yang menewaskan Marco Simoncelli di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia. Ketika itu, Simoncelli kehilangan kendali atas motornya di tikungan 11 pada putaran kedua.
Nahas, dari belakang muncul Colin Edwards dan Valentino Rossi. Keduanya tidak bisa menghindar dan menabrak tubuh Marco Simoncelli. Pembalap asal Italia itu tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit akibat trauma pada dada dan kepalanya.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)