Zarco Dinyatakan Fit untuk Balapan MotoGP Styria 2020

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis
Sabtu 22 Agustus 2020 05:18 WIB
Johann Zarco alami cedera patah tulang scaphoid (Foto: MotoGP)
Share :

SPIELBERG – Pembalap Reale Avintia Ducati, Johann Zarco, akhirnya bisa bernapas lega. Tim medis memberikan izin untuk turun pada MotoGP Styria 2020 akhir pekan ini di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg, setelah dinyatakan fit.

Sebagaimana diketahui, Johann Zarco mengalami kecelakaan hebat pada MotoGP Austria 2020 pekan lalu di sirkuit yang sama. Setelah bersenggolan dengan Franco Morbidelli pada saat lomba, kedua pembalap tersungkur di gravel.

Lewat pemeriksaan, Morbidelli dinyatakan tidak mengalami cedera kendati memar di beberapa bagian tubuhnya. Sementara itu, Zarco menderita cedera patah tulang scaphoid pada pergelangan tangan kanannya. Ia langsung menjalani operasi bedah pada Rabu 19 Agustus 2020 di Modena, Italia.

Baca juga: Dinyatakan Bersalah, Zarco Dihukum FIM atas Insiden Horor di Austria

Seusai menjalani operasi, pembalap asal Prancis itu langsung terbang ke Spielberg untuk menjalani pemeriksaan. Permintaan untuk pemeriksaan medis ditolak karena sesuai aturan MotoGP, pembalap baru boleh diperiksa dalam waktu paling cepat 48 jam usai operasi bedah.

Situasi itu memaksa Johann Zarco harus menunggu hingga Jumat 21 Agustus 2020 untuk menjalani pemeriksaan. Angin segar diperoleh setelah dirinya dinyatakan fit untuk membalap oleh tim medis MotoGP, sesuai keterangan yang dirilis pada akun Twitter.

“Info medis, Pembalap MotoGP Johann Zarco sudah dinyatakan fit setelah menjalani pemeriksaan,” cuit akun Twitter @MotoGP, Sabtu (22/8/2020).

Karena baru diperiksa pada Jumat 21 Agustus 2020, maka Johann Zarco absen mengaspal pada dua sesi latihan bebas. Setelah hasil pemeriksaan keluar, maka pembalap berusia 30 tahun itu akan turun pada sesi latihan bebas tiga (FP3) dan empat (FP4) yang digelar Sabtu (22/8/2020) sore WIB.

Walau begitu, Johann Zarco harus bekerja keras mencetak waktu terbaik pada FP3. Sesuai aturan, setiap pembalap harus membukukan waktu maksimal 107 detik dari yang tercepat pada satu dari tiga sesi latihan bebas untuk diizinkan mengikuti babak kualifikasi.

Dari hasil terkini, pembalap tercepat pada catatan waktu kombinasi adalah Pol Espargaro dengan 1 menit 23,638 detik. Itu berarti, Johann Zarco maksimal mencatatkan waktu 3 menit 23,638 detik atau lebih cepat jika ingin ikut babak kualifikasi. Andai melampaui batas, ia terancam tidak turun pada balapan.

Nasib apes belum berhenti sampai di sana. Juara dunia Moto2 2015 dan 2016 itu dijatuhi hukuman start dari pit lane. Posisi berapa pun yang didapat pada babak kualifikasi nantinya menjadi tidak penting karena Johann Zarco akan mengawali lomba dari garis terluar pit.

(Mochamad Rezhatama Herdanu)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya