“Franco (Morbidelli) meminta maaf karena mengucapkan kata-kata itu (menyebut Zarco setengah pembunuh). Akan tetapi, setelah melihat video panas yang ditafsirkan seolah-olah saya memblokirnya dengan sengaja, saya mengatakan kepadanya bahwa saya tidak pernah berpikir untuk melakukan hal seperti ini dalam fase pengereman, dan bagi saya, saya tidak melaju dengan baik,” kata Zarco, menyadur dari Tutto Motori Web, Rabu (19/8/2020).
“Setelah melewatinya, saya tidak bisa tetap berada di kiri sejauh itu, pengereman saya sedikit melebar dan dia juga terkejut dengan kecepatannya. Kami juga membicarakannya dengan Valentino (Rossi), soal kesadaran dalam kecepatan hampir 300 km per jam menarik motor Franco, seperti yang terjadi pada saya di Australia pada 2018,” tuturnya.
Zarco tidak mengalami cedera parah akibat kecelakaan itu tetapi tulang skafoid-nya patah. Pembalap berpaspor Prancis itu akan dioperasi di Modena, Italia, Rabu (19/8/2020) pagi waktu setempat.
Zarco belum tentu tampil pada balapan berikutnya, MotoGP Styria 2020, yang juga berlangsung di Sirkuit Red Bull Ring, Minggu 23 Agustus 2020. Akan tetapi, ia akan mencoba mendapatkan izin dokter lebih dulu, kemudian tampil dari sesi latihan bebas. Zarco tidak akan tampil dalam kondisi fisik sempurna jika akhirnya berlaga pada balapan akhir pekan ini.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)