MONTE CARLO – Pembalap Tim LCR Honda, Cal Crutchlow mengaku tak setuju jika balapan MotoGP 2020 harus digelar dengan tanpa adanya penonton. Sebab baginya MotoGP adalah sebuah kompetisi untuk menghibur para penggemarnya, jadi untuk apa menggelar race ketika balapan tak dihadir oleh para penonton? Itulah yang dirasakan Crutchlow.
Dengan pernyataannya itu, Crutchlow dipastikan sangat menentang ide Dorna Sport yang ingi menggelar balapan MotoGP 2020 dengan tertutup alias tanpa adanya penonton. Opsi tersebut diambil Dorna Sport tentu bukan tanpa alasan.
Baca Juga: Francesco Bagnaia Incar Kemenangan di Balapan Virtual MotoGP Seri Kedua
Adanya wabah virus corona telah membuat sejumlah seri balapan MotoGP 2020 harus ditunda dan kapan seri perdana pun sampai saat ini masih tanda tanya. Semua itu dikarenakan balapan tentu takkan bisa berlangsung dengan adanya keramaian demi menghindari penyebaran virus Covid-19 tersebut.
Karena alasan tersebutlah akhirnya Dorna Sport memiliki ide untuk melangsungkan balapan dengan tanpa ada penonton. Namun, ternyata ide tersebut banyak ditentang oleh sejumlah pembalap dan salah satunya adalah Crutchlow.
Bagi Crutchlow, alasan kebanyakan pembalap tampil di atas lintasan karena ingin menghibur para penggemarnya. Kehadiran penggemar di setiap balapan diakui Crutchlow memberikan dirinya suntikan semangat yang sangat luar biasa.
Jadi, Cruthlow tak bisa membayangkan harus balapandi tengah sirkuit yang kosong. Crutchlow lebih memilih untuk terus menunggu sampai kondisi benar-benar memungkinkan untuk menjalankan balapan.
“Sebagai pembalap kami sangat senang bisa balapan di depan para penggemar kami. Suasana dan atmosfer yang mereka berikan membuat balapan tersebut semakin bermanfaat untuk kami,” kata Crutchlow, mengutip dari Crash, Minggu (12/4/2020).
“Pada akhirnya kami berada dalam bisnis hiburan, sehingga balapan tanpa ada siapa pun (di sirkuit) bukanlah sesuatu yang diinginkan tim, para pembalap, dan juga tentunya penggemar kami,” pungkas ride asal Inggris tersebut.
(Ramdani Bur)