“Akhirnya, kami diminta untuk membuat simulasi jika terjadi penundaan. Kami sedang menyusun rencana-rencana alternatif, sembari melihat jangka waktu penundaan yang berbeda,” ujar seorang sumber dalam yang namanya dirahasiakan, dikutip dari The Guardian, Senin (23/3/2020).
Sejumlah opsi tengah digodok sebagai bahan diskusi pada akhir Maret mendatang. Beberapa di antara opsi tersebut adalah menunda Olimpiade selama 1-2 tahun. Ada juga kemungkinan menunda pelaksanaan selama 1 bulan atau 45 hari dari jadwal seharusnya, yakni 24 Juli hingga 9 Agustus 2020.
Keputusan akhir terkait nasib Olimpiade Tokyo 2020 memang sepenuhnya menjadi hak IOC. Akan tetapi, sikap tegas Jepang sebagai penyelenggara amat penting untuk mempengaruhi keputusan akhir dari komite.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)