LESMO – Yamaha dalam tiga musim terakhir gagal menorehkan hasil positif. Akan tetapi, penampilan para pembalap Yamaha pada musim lalu sedikit meningkat dibandingkan 2017 dan 2018. Hasil buruk pada 2017 dan 2018 dikarenakan performa motor Yamaha, YZR-M1 tidak kompetitif.
Karena itu Takahiro Sumi datang untuk menggantikan Kouiji Tsuya sebagai Pimpinan Proyek Yamaha. Sumi memiliki tugas berat untuk meningkatkan performa YZR-M1 sebelum musim 2019 dimulai. Hal yang dilakukan Sumi adalah menguatkan kelebihan YZR-M1 di tikungan.
BACA JUGA: Yamaha Dinilai Akan Jadi Penghalang Utama Marquez di MotoGP 2020
Hal itu ternyata berbuah positif karena Yamaha dapat mengantarkan pembalapnya, Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha) untuk finis di posisi tiga besar. Selain itu, penampilan rookie mereka, Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) pun sangat apik karena mampu menyegel gelar Rookie ot the Year pada musim lalu.
“Ada banyak masalah, jadi selama musim dingin (sebelum 2019) kami mencoba melihat ke belakang dan mengidentifikasi di mana kesalahan kami, untuk menempatkan diri pada posisi yang lebih pasti. Kami tidak memiliki mesin yang sebanding dengan Ducati,” kata Sumi, melansir dari Motorsport, Kamis (23/1/2020).
“Itu sebabnya saya mengadopsi filosofi, 'Mari kami membuat motor yang tidak ada duanya di 100 meter tikungan pada kedua sisi.’ Dan alih-alih memodifikasi kerangka, kami mengembangkan mesin untuk tingkatkan di sudut. Karena sulit untuk mendapatkan kinerja top-end dan mid-range pada saat yang sama, model 2019 ditujukan untuk meningkatkan area dari menikung ke akselerasi,” papar Sumi.
(Ramdani Bur)