GUANGZHOU – Pasangan ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, meraih hasil kurang memuaskan dalam gelaran BWF World Tour Finals 2019. Berstatus sebagai ganda putra nomor satu dunia, namun Marcus/Kevin nyatanya hanya bisa melaju hingga semifinal.
Pelatih Ganda Putra PBSI, Herry Iman Pierngadi, menilai kalau performa yang ditampilkan Marcus/Kevin di sepanjang BWF World Tour Finals 2019 kurang maksimal. Apalagi, pasangan berjuluk The Minions itu selalu menelan kekalahan setiap kali bertemu dengan ganda Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe.
Baca juga: Hendry Saputra Ungkap Faktor Kekalahan Anthony dari Kento Momota di Final
Pada pertandingan di fase grup, Marcus/Kevin ditaklukkan dengan skor 11-21, 21-14, 11-21. Sementara itu, saat berjumpa di semifinal, Marcus/Kevin kembali dibuat merasakan kekalahan, kali ini dengan skor 11-21, 21-15, 10-21.
Menurut Herry, dua kekalahan tersebut adalah bukti kalau Marcus/Kevin masih memiliki sejumlah kekurangan yang harus segera dibenahi. Karena Herry sendiri sebenarnya mengharapkan hasil yang lebih baik lagi dari pemainnya tersebut.
“Penampilan Marcus/Kevin di turnamen ini saya bilang kurang maksimal. Karena seharusnya tidak seperti itu hasilnya. Biasanya kan mereka lebih agresif, lebih semangat dan lebih smart. Tapi sayangnya di babak semifinal kemarin, permainan mereka tidak keluar,” ungkap Herry, menyadur dari laman resmi PBSI, Senin (16/12/2019).
“Dengan dua kali kekalahan dari Endo/Watanabe di turnamen ini menurut saya penampilan Kevin/Marcus masih belum yang terbaik. Artinya mereka masih ada kelemahannya yang harus segera diperbaiki. Jadi ke depannya harus dikurangi kelemahan-kelemahannya dan itu jadi PR khusus buat saya sebagai pelatih mereka supaya bisa lebih baik lagi,” tandas Herry.
(Fetra Hariandja)