LESMO – Pembalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales, tampil baik dalam beberapa balapan terakhir setelah pada awal musim 2019 tak terlalu meyakinkan. Berbeda dengan Vinales, sang junior dari Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, justru tampil mengejutkan sepanjang musim ini. Vinales pun ingin mempelajari rahasia Quartararo.
Torehan 143 poin Quartararo berselisih 20 angka dari Vinales pada klasemen sementara tetapi dari sisi penampilan El Diablo –julukan Quartararo– lebih unggul. Quartararo tampil mentereng dengan motor YZR-M1 bahkan sejak kualifikasi dan itu terbukti dari empat pole position yang dimilikinya.
Sementara itu, Vinales hanya dua kali menyegel pole position. Kendati kalah soal pole position tetapi Vinales unggul dalam jumlah podium daripada Quartararo. Vinales sudah enam kali naik ke atas podium dengan torehan satu kemenangan sedangkan Quartararo lima kali menempati posisi tiga besar tanpa satu pun yang berujung pada predikat pembalap tercepat dalam balapan.
BACA JUGA: Posisi di Klasemen Tergusur Vinales, Ini Respons Petrucci
Meski belum pernah menang tetapi Quartararo mampu memaksimalkan YZR-M1 dibandingkan Vinales. Patut disayangkan, El Diablo kadang tak beruntung dalam balapan seperti waktu terjadi masalah mesin pada seri Catalunya atau jatuh pada seri Jerman dan Inggris.
Apabila hasil buruk itu dapat diminimalisir maka bukan tidak mungkin torehan poin Quartararo lebih tinggi daripada Vinales. Bukti lain bahwa Quartararo lebih unggul daripada Vinales tersaji pada balapan terakhir, MotoGP Thailand 2019, saat sang junior finis di posisi dua sedangkan Top Gun –julukan Vinales– ada satu tingkat di bawahnya.
“Dia (Quartararo) melakukan pekerjaan yang sangat bagus, amat memahami motor dan mengendarai dengan sangat baik. Kami harus mengerti bagaimana dia mengendarai karena kami dapat meningkatkan banyak pada motor dan lihat yang terjadi selanjutnya,” ujar Vinales, seperti yang dikutip dari Crash, Kamis (10/10/2019).
“Mereka (Petronas Yamaha) melakukan pekerjaan dengan bagus dan saya pikir mereka membuat pengaturan yang lebih baik sehingga kami perlu memahami apa yang mereka lakukan. Kemudian mencoba untuk meningkatkan di Jepang,” tutupnya.
(Andika Pratama)