SPIELBERG – Manajer Tim Ducati, Davide Tardozzi, tak cuma memperhatikan perkembangan dari tim utama tetapi juga satelit. Hal itu ditunjukkan Tardozzi dengan turut mengomentari soal masa depan Jack Miller di Pramac Ducati. Kontrak Miller yang akan habis pada musim 2019 membuat masa depan pembalap berpaspor Australia itu kini menjadi tanda tanya.
Miller yang bergabung dengan Pramac pada musimm 2018 telah menjadi pembalap kesukaan Pramac. Penampilan Miller yang semakin berkembang dalam setiap balapan yang dilaluinya menjadi bukti bahwa pembalap berpaspor Australia itu cocok dengan Pramac.
Miller memang cukup fasih dengan motor Ducati, Desmosedici. Hal itu terbukti dari penampilan Miller musim ini yang cukup kompetitif dalam setiap balapan. Pembalap berpaspor Australia itu sudah menyegel dua podium dari 10 balapan yang dilakoninya.
BACA JUGA: Belum Perpanjang Kontrak, Miller: Pramac Masih Butuh Saya
Miller tercatat dua kali menempati posisi ketiga pada balapan seri Amerika Serikat (AS) dan Republik Ceko. Perkembangan Miller tak cuma terlihat dari dua podium yang diraih melainkan juga performanya dalam setiap balapan.
Miller kini lebih sering bersaing dengan para pembalap besar untuk memperebutkan podium dibandingkan sebelumnya. Kualitas Miller yang terus berkembang membuat dirinya kompetitif pada setiap balapan. Hal itu juga membuat Miller merasa dirinya pantas mendapatkan gaji lebih besar daripada sebelumnya dari Pramac.
Hal itu yang membuat kontrak baru Miller lama ditandatangani. Apabila Pramac cepat menyetujui tuntutan gaji Miller maka pembalap berpaspor Australia itu pasti sudah mengumumkan kontrak baru dengan Pramac dalam waktu dekat ini.
“Sekarang ini masalah angka. Untuk pertama kalinya kami mencoba memasok empat motor pabrik untuk pertama kalinya dalam sejarah kami. Kami harus menemukan cara untuk berhenti menempatkan kotak di lubang bundar. Bagi saya, secara pribadi, itu masalah memiliki kesepakatan dengan Pramac pada angka. Lalu kami akan lihat. Inilah sebabnya mengapa ada penundaan dalam perjanjian dengan Jack (Miller),” ujar Miller, seperti yang dikutip dari Crash, Sabtu (10/8/2019).
(Andika Pratama)