MONTE CARLO – Hasil manis diraih pembalap Tim Mercedes AMG Petronas, Lewis Hamilton, di F1 Grand Prix (GP) Monaco 2019. Ia keluar sebagai pemenang pada seri keenam musim ini tersebut. Usai lomba, Hamilton pun membeberkan kunci suksesnya. Ia mengaku sosok mendiang legenda F1, Niki Lauda, jadi motivasi utamanya selama balapan.
Hamilton mengaku balapannya di Sirkuit Monaco, Monte Carlo, tak berjalan mulus sesuai harapannya. Masalah ban membuatnya sempat ragu bisa mempertahankan posisi terdepan hingga garis finis. Karena itu, Hamilton pun menyebut balapan di F1 GP Monaco ini sebagai salah satu yang tersulit dalam kariernya.
Di tengah situasi yang membuatnya frustrasi, Hamilton mengaku tetap memiliki semangat besar untuk berjuang karena sosok Lauda. Pembalap asal Inggris itu merasa penampilannya diawasi langsung oleh Lauda, meski sang legenda telah meninggal dunia pada awal pekan lalu.
BACA JUGA: Hasil Race F1 GP Monaco 2019
Dengan pemikiran tersebut, Hamilton pun bisa terus menjaga fokusnya dan berusaha membuat yang terbaik di tengah keterbatasan yang ada. Alhasil, ia pun menjadi pembalap pertama yang menyentuh garis finis dengan catatan waktu 1 jam 43 menit 28,437 detik.
"Hari ini adalah salah satu balapan tersulit dalam karier saya. Semuanya berjalan sangat intens. Dengan 20 lap tersisa, saya pikir tidak ada cara saya akan berhasil sampai akhir. Saya pikir saya akan jatuh, saya berjuang begitu banyak dengan mobil. Sama sekali tidak ada yang tersisa di ban dan itu sangat sulit untuk menjaga mobil di trek,” ujar Hamilton, sebagaimana dikutip dari laman resmi Mercedes, Senin (27/5/2019).
“Saya berpikir, 'apa yang akan dilakukan Niki (Lauda).’ Saya berusaha sekuat tenaga memberikan semua yang saya miliki. Saya hanya mencoba untuk tetap fokus dan tidak membuat kesalahan. Saya tahu dia mengawasi saya hari ini, tetapi dengan Niki di sisi saya, kami berhasil melakukannya,” tukasnya.
(Djanti Virantika)