“Ada rasa tegang sedikit, namanya main di partai penentu. Tapi lawan juga tegang, kami tidak memikirkan jadi penentu, yang penting main semaksimal mungkin,” ungkap Melati, mengutip dari laman resmi PBSI, Jumat (24/5/2019).
“Kami sudah tahu main di partai terakhir, inginnya sih Indonesia menang 3-0, tapi sempat terpikir, kalau begitu kami enggak main, enggak ada sejarahnya buat saya sama Mely. Saya nggak ngedoain tim kalah, waktu tahu ketinggalan 1-2 dan Greysia/Apri main, kami harap semoga mereka menang dan kami main jadi tumpuan,” tambah Praveen.
“Tapi kenapa malah saya jadi tegang ya di awal? Padahal tadi berharap turun main. Ada gugupnya, tapi ada inginnya (menang) juga,” pungkas Praveen.
(Bagas Abdiel)